Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Saturday, December 31, 2011

WHY STUDY IN THE UNITED STATES?


REASONS WHY STUDY IN THE UNITED STATES

Education system in the U.S.is the most appropriate and flexiblefor international students globally. Why more than hundred milion international students from all around the world are pursuing their study in the United States? Here below are just a few from many reasons why they do it so.



o   Quality
Universities in the United States has been known for the quality of teaching and research. Colleges in the United State are known worldwide for the quality of their facilities, resources, and faculty. Accreditation systems ensure that institutions continue to maintain these standards.

o   Choice
The U.S. education system is unrivalled in the choice it offers in types of institutions, academic and social environments, entry requirements, degree programs, and subjects in which to specialize. There are more than 4,300 colleges and universities in the U.S, any one of which can offer you excellent facilities, programs, faculty, and a range of social and academic environments.

o   Diversity
 You can find a mix of people from all different backgrounds and all corners of the globe on U.S. campuses; more than 600,000 international students come to study in the United States each year.

o   Value
 As an investment in your future, a U.S. degree offers excellent value for the money. A wide range of tuition fees and living costs, plus some financial help from universities, make study in the United States affordable for thousands of students.

o   Flexibility
Students in the United States may choose from many courses within their university and have the option to move from one institution to another. Completing the first two years of a degree at one institution, usually a community college, and then moving to another, is very common.

o   High Technology
The universities in the U.S. is leading the world in using the latest science and technology and are committed to give these resources to their students. The most important is that students will be given extensive opportunities to use the most advanced technology, which the students will obtain knowledge and experiences that are useful when they graduate and work later.


Monday, December 5, 2011

10 Kampus Pencetak MBA Bergengsi di Dunia

Saat ini, kompetisi pekerjaan yang sangat ketat membuat perusahaan dunia banyak mencari lulusan dengan gelar MBA. Salah satu yang menjadi pertimbangan perusahaan dunia dalam merekrut lulusan MBA adalah almamaternya. Lantas, apa saja sekolah pascasarjana dengan program MBA di Eropa, yang paling banyak dicari perusahaan dunia? Berikut daftar kampus dengan program MBA terbaik di dunia versi QS pada tahun 2010/2011, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (2/12/2011).



1. INSEAD

Tahun lalu, INSEAD berada di peringkat pertama dalam daftar sekolah untuk gelar MBA terbaik di Eropa. Rata-rata lulusan sekolah pascasarjana asal Prancis ini mulai kuliah setelah enam tahun bekerja. Setelah lulus, mereka memiliki gaji dasar USD107.240 atau setara dengan Rp976,420 juta (Rp9.105 per USD). Durasi kuliah di INSEAD selama sepuluh bulan dan fokus pada kewirausahaan. Kampus ini mewajibkan mahasiswanya bisa tiga bahasa.


2. London Business School
Meski lokasinya ada di Inggris, sebanyak 85 persen mahasiswa London Business School berasal dari luar Inggris. Rata-rata mahasiswa yang kuliah di sini harus telah bekerja selama lima tahun. Lulusannya mendapatkan gaji dasar sebesar USD112.843 (Rp1 miliar).


3. Oxford University, Said Business School
Tahun lalu, Sekolah MBA Oxford, Said Business School memiliki 95 persen mahasiswa internasional. Di mana rata-rata usia mahasiswanya adalah 29 tahun. Sebesar 26 persen lulusan sekolah pascasarjana ini masuk ke sektor keuangan, sedangkan rata-rata gaji pokok lulusan di semua bidang adalah USD100.800 (Rp917 juta).


4. IESE Business School
IESE Business School berada di peringkat keempat di antara perusahaan dunia. Durasi kuliah di sekolah pascasarjana yang ada di Spanyol ini adalah dua tahun. Rata-rata mahasiswa yang kuliah di sini punya pengalaman kerja selama empat tahun. Setelah lulus, gaji awal mereka adalah USD110.700 (Rp1 miiliar).


5. SDA Bocconi School of Management
SDA Bocconi School of Management mempunyai ukuran kelas yang relatif kecil karena hanya punya 100 mahasiswa. Dan jika ingin kuliah di kampus yang berlokasi di Italia, calon mahasiswa harus punya pengalaman kerja minimal dua tahun.

6. ESADE Business School
ESADE menawarkan gelar MBA dan program pendidikan eksekutif di tiga kampus di Barcelona, Madrid, Spanyol dan Buenos Aires, Argentina. Mahasiswa punya tiga pilihan dalam hal durasi, yakni 12 bulan, 15 bulan atau 18 bulan. Mahasiswa yang lulus pada 2010 memiliki rata-rata gaji USD88.578 (Rp806 juta).


7. HEC Paris
HEC Paris merupakan kampus ketujuh dengan program MBA yang paling dihormati perusahaan dunia. Kampus ini cenderung menerima mahasiswa dengan enam tahun pengalaman kerja.


8. IMD
IMD adalah kampus kedepalan dengan program MBA yang paling didambakan perusahaan internasional. Kampus yang berlokasi di Swiss ini mensyaratkan mahasiswa yang ingin kuliah harus punya pengalaman tujuh tahun kerja. Lulusan kampus ini rata-rata menerima gaji dasar sebesar USD125 ribu (Rp1,1 miliar).

9. IE Business School
IE Business School adalah sebuah fakultas internasional dengan mahasiswa yang berasal dari 80 negara. Pada 2010, lulusan kampus ini menerima gaji pokok rata-rata USD81.900 (Rp745 juta).


10. Cranfield School of Management
Cranfield School of Management berada di urutan terakhir dalam daftar sekolah MBA yang paling dicari perusahaan internasional. Tahun lalu, kampus yang berlokasi di Inggris ini meluluskan 680 mahasiswa yang kemudian bekerja dengan gaji pokok rata-rata USD90.976 (Rp828 juta).



Sumber : Okezone.com

Friday, November 25, 2011

Di Finlandia, Kuliah Gratis untuk Siapa Saja!

Tawaran menarik datang dari Finlandia. Di negara tersebut, biaya pendidikan S-1 hingga S-3 digratiskan. Tak hanya bagi warga negaranya, tetapi juga untuk pelajar internasional dari sejumlah negara. Mau? 
Head of International Affairs Aalto University, Finlandia, Saila Kurtbay, mengatakan, negaranya sangat terbuka untuk pelajar dari sejumlah negara yang ingin melanjutkan studi di negara tersebut. Namun, karena biaya pendidikan gratis, tak ada beasiswa yang disediakan bagi para pelajar internasional. Untuk beberapa program studi, ada yang bekerja sama dan didukung melalui sejumlah beasiswa, seperti Erasmus Mundus.
Untuk Indonesia, menurut Saila, jumlah pelajar yang bersekolah di Finlandia masih sedikit.
"Kami butuh lebih banyak orang Indonesia yang mau melanjutkan studi di Finlandia. Kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dengan Indonesia sangat penting. Studi di Finlandia akan potensial untuk pertumbuhan dunia pendidikan di Indonesia," kata Saila kepada Kompas.com di sela-sela pameran pendidikan tinggi Eropa di Jakarta, akhir pekan lalu.
Saila menjelaskan, biaya pendidikan di Finlandia di-cover oleh pemerintah. Oleh karena itu, negara terbuka bagi siapa saja, terutama generasi muda.
"Bagi pelajar Indonesia pasti akan sangat menarik untuk datang ke Finlandia dan melihat segala sesuatu dalam skala yang lebih kecil," ujarnya.
Para pelajar internasional yang studi di Finlandia hanya dibebankan untuk membiayai kebutuhan hidupnya selama menempuh studi.
"Karena kami tidak ada biaya kuliah, termasuk untuk pelajar Indonesia, pelajar hanya membiayai untuk biaya hidupnya selama di sana (Finlandia). Mereka tidak membayar apa pun untuk biaya pendidikannya," ujarnya.
Namun, Saila menambahkan, untuk beberapa program master, ada sejumlah jurusan yang membebani biaya pendidikan walau tidak secara penuh.
Lalu, bagaimana menyiasati biaya hidup selama di Finlandia? Saila mengungkapkan, para pelajar nonnegara Uni Eropa, seperti Indonesia, diberikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui kerja paruh waktu selama maksimal 20 jam per minggu. Bekerja dengan waktu 20 jam per minggu, menurut dia, akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup di Finlandia yang sebulan sekitar 600 euro. Selain itu, mereka bisa juga mendapatkan dukungan dana dari lembaga donor beasiswa.  

Pengajuan aplikasi
Bagaimana cara mengajukan aplikasi studi di Finlandia? Para pelajar yang berminat tak harus datang ke Finlandia terlebih dahulu. Mereka bisa browsing atau menetapkan pilihan akan mengambil jurusan apa dan di universitas mana. Berbagai informasi terkait program studi tersebut tersedia secara online dan bisa mengajukan aplikasi secara online.
"Bisa mengajukan aplikasi untuk program yang diminati secara online dan memenuhi berbagai persyaratan. Setiap program berbeda persyaratannya. Everything is online," kata Saila.
Beberapa program unggulan sejumlah universitas di Finlandia di antaranya dalam bidang pengembangan energi, teknologi dan inovasi, seni, dan arsitektur.
"Kami ingin melihat lebih banyak pelajar Indonesia datang ke Finlandia. Kami melihat kualitas pelajar indonesia dalam pameran ini sangat baik. Pertanyaan yang diajukan sangat cerdas," ujar Saila.
Anda berminat? Berbagai informasi mengenai studi di Finlandia dapat digali melalui situs web www.studyinfinland.fi

Sumber : Kompas.com

Saturday, November 19, 2011

Inilah Beasiswa-beasiswa yang Ditawarkan Uni Eropa

Setiap tahun, sejumlah negara dan lembaga donor dari Uni Eropa menawarkan berbagai peluang studi melalui beasiswa. Anda tertarik memburunya? Biasanya, kesempatan mengajukan aplikasi dibuka mulai pertengahan tahun. Berikut informasi beasiswa-beasiswa yang ditawarkan Uni Eropa beserta link dan kontak yang bisa Anda hubungi untuk mendapatkan informasi lebih jauh.
 
AUSTRIA
Ada 18 beasiswa yang pernah ditawarkan pada tahun 2009, di antaranya untuk jenjang S-1, S-2, pascadoktoral, dan hibah penelitian.
* Beasiswa Utara-Selatan * Beasiswa ASEA Uninet (jaringan universitas antara beberapa universitas Eropa dan Asia Tenggara yang dipelopori Universitas Innsbruck Austria) * Hibah teknologi bagi Asia Tenggara * Beasiswa khusus bagi Layanan Akademi Austria (Austrian Academic Service - OeAD)
Situs web:
http://www/oead.ac.at ASEA-UNINET
http://www.uibk.ac.at/asea-uninet

BELGIA
Beasiswa yang diberikan biasanya kursus dan pelatihan internasional. Namun, ada juga jenjang pascasarjana. Rata-rata 10 siswa per tahun.
Situs web:
www.cud.be, www.itg.be

BULGARIA
Permintaan informasi bisa didapatkan langsung dari Kedutaan Besar Bulgaria di Jalan Imam Bonjol 34-36, Menteng, Jakarta Pusat, 10310, e-mail: jkt@centrin.net.id atau bulvisa.jkt@centrin.net.id.

PERANCIS
Beasiswa Pemerintah Perancis
Gelar pascasarjana, doktor, dan program pascadoktoral. Jumlah beasiswa 20-25 orang per tahun. Situs web: www.ambafrance-id.org
Program Beasiswa bersama DIKTI
Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 50 orang per tahun.
Program Beasiswa bersama Kementerian Perhubungan
Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 10-15 orang per tahun.
Program Beasiswa bersama BAPPENAS
Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 5-10 orang per tahun.
Situs web:
http://www.ambafrance-id.org

JERMAN
Program beasiswa DAAD. Gelar pascasarjana dan doktor, program pascadoktoral, kursus singkat (jurusan/materi khusus). Jumlah beasiswa 350 orang per tahun.
Situs web:
http://jakarta.daad.de

YUNANI
Program beasiswa bantuan Yunani (Hellenic Aid Scholarship Programme) untuk studi sarjana dan pascasarjana. Jumlah beasiswa 100 orang untuk 61 negara tanpa kuota bagi negara tertentu.
Situs web:
www.hellenicaid.gr

HONGARIA
Dewan beasiswa Hongaria (Hungarian Scholarship Board)

Situs web:
http://www.scholarship.hu

ITALIA
Bahasa dan budaya Italia; studi spesialisasi (tingkat 1 dan 2, Phd). Beasiswa Pemerintah Italia dengan jumlah beasiswa 36 orang per tahun. Beasiswa swasta Italia biasanya dialokasikan untuk 23 penerima beasiswa.

BELANDA
Program HSP Huygens
Sarjana tingkat akhir, pascasarjana. Tidak ada kuota untuk negara tertentu. Pada tahun 2010, ada 12 penerima beasiswa asal Indonesia.

Situs web:
www.nuffic.nl/hsp
Program Fellowship Belanda (Netherlands Fellowship Programmes - NFP)
Kursus singkat, master, PhD. Tersedia beasiswa untuk sekitar 70 orang per tahun. Situs web: www.nuffic.nl/nfp StuNed Untuk jenjang pascasarjana, kursus singkat, pelatihan yang disesuaikan. Ada peluang beasiswa untuk 150 orang setiap tahunnya.

Situs web:
www.nesoindonesia.or.id

SPANYOL
Pada tahun 2010, Kementerian Urusan dan Kerja Sama Luar Negeri Spanyol memberikan 6 beasiswa kepada pelajar Indonesia. Lima orang mengikuti kursus musim panas dan budaya Spanyol. Dan satu orang untuk diplomat muda Indonesia untuk gelar Master Hubungan Internasional di Sekolah Diplomatik Spanyol.
Situs web:
www.aecid.es

SLOWAKIA
Beasiswa Pemerintah Slowakia

Untuk studi gelar sarjana dan pascasarjana di universitas negeri di Slowakia. Jumlah penerima hanya satu orang per tahun.
Program Beasiswa Nasional Republik Slowakia untuk Mendukung Mobilitas
Beasiswa ini diberikan bagi mahasiswa, mahasiswa PhD, dosen universitas, dan peneliti.
Informasi:
emb.slovakia@mzv.sk

INGGRIS
British Chevening Awarrds Gelar pascasarjana program satu tahun. Pada tahun 2010, ada 10 pelajar Indonesia yang menerima beasiswa ini.
Situs web:
http://www.britishcouncil.or.id

UNI EROPA
Program Pascasarjana Erasmus Mundus (Erasmus Mundus Master Courses - EMMC)Untuk jenjang S-2 dan penelitian/hibah mengajar (sarjana). Tidak ada alokasi penerima beasiswa setiap tahun karena proses pemilihan skala global. Pada tahun 2011, sebanyak 120 pelajar mendapatkan beasiswa ini.
Informasi beasiswa bisa mengaksesnya melalui http://bit.ly/emmc2010
Doktorat Bersama Erasmus Mundus (Erasmus Mundus Joint Doctorates - EMJD) Tidak ada alokasi jumlah penerima karena pemilihannya skala global. Pada tahun 2010, ada 2 penerima beasiswa.

sumber : Kompas.com

Sunday, October 23, 2011

10 Kampus Terbaik di Asia


Selain Eropa dan Amerika, negara di Asia juga bisa menjadi alternatif tempat kuliah. Negara manakah di Asia yang memiliki tempat kuliah terbaik?  

Berikut daftarnya seperti dikutip dari US News and World Report.
1. Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dengan skor keseluruhan 10
2. University of Hong Kong (HKU) dengan skor 99,8
3. National University of Singapore (NUS) dengan skor 99,3
4. University of Tokyo dengan skor 97,4
5. Chinese University of Hong Kong (CUHK) dengan skor 97,2
6. Seoul National University (SNU) dengan skor 96,9
7. Kyoto University dengan skor 96,3
8. Osaka University dengan skor 96,1
9. Tohoku University dengan skor 94,3
10. Tokyo Institute of Technology dengan skor 94,3
 
Dalam daftar 100 besar, Indonesia berhasil menempatkan empat wakilnya. Di peringkat 50 ada Universitas Indonesia (UI) yang menghimpun skor keseluruhan 67,8. Sementara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di peringkat 80 dengan skor 54,4. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di peringkat 86 dengan skor 52,1 dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan skor 47,8 di peringkat 98.
 
Peringkat yang disusun US News and World Report menggunakan data dari lembaga pemeringkat universitas yang berbasis di Inggris,Quacquarelli Symonds (QS) World University Rangkings.
 
Peringkat universitas versi QS berdasarkan enam parameter, yaitu reputasi akademis secara global (40 persen), reputasi lulusannya yang sudah bekerja (10 persen), kutipan dari tulisan/jurnal yang dibuat dari tiap anggota fakultas (20 persen), rasio mahasiswa dan staf di tiap fakultas (20 persen), proporsi mahasiswa internasional (lima persen), dan proporsi fakultas internasional (lima persen). Dalam menghitung kutipan, QS melansir data dari Web of Science dari Thomson Reuters, Scopus dari Elsevier, dan Google Scholar.
 
Namun, dalam menyusun daftar di Asia, US News and World Report membedakannya dalam beberapa bagian. Jika pada daftar QS World University Rangkings menyoroti kampus yang fokus ke global, maka untuk pemeringkatan Asia, QS fokus menilai kampus yang fokus ke negara sendiri.
 
Sementara untuk internasionalisasi, selain mahasiswa juga bisa dilihat dari pertukaran dosen dan kerja sama internasional. Selain itu, pembobotan digunakan untuk produktivitas dan kualitas penelitian. Terakhir, diperhitungkan kombinasi dari survei dan data terbaru dari universitas serta pihak ketiga.


sumber : okezone.com

Tuesday, April 26, 2011

100 scholarships for Aceh students

A five-year program involving 100 scholarships for staff and faculty members of Government of Aceh, Indonesia will be launched at the Asian Institute of Technology (AIT). The Government of Aceh will provide 75 per cent of tuition fellowships and transportation, living and other associated cost, while AIT will offer 25 per cent tuition fellowship.
100 scholarships for Aceh students

This was finalized under a Memorandum of Agreement (MoA) signed by AIT President Prof Said Irandoust on 19 April 2011. Prof. Irandoust said he was delighted that AIT is engaged in a capacity development program in the province of Aceh. “It is indeed a privilege that AIT has been chosen by the Government of Aceh as a key partner in its capacity building efforts,” Prof. Irandoust remarked.

Students under this scholarship program will be spread over five years and scholars will pursue Master’s or doctoral degrees at AIT, mainly in the fields of agriculture, horticulture, aquaculture and fisheries, and food processing. The program will be open for staff and faculty members of the Government of Aceh and higher learning institutions in Aceh. In addition to the MoA, the Government of Aceh also plans to send more students to pursue community development study programs at AIT.

The delegation from Aceh was headed by Dr. Qismullah Yusuf, Chairman of Human Resources Development Commission; and included Mr. Syarifuddin Zainal Hasan, Chief Inspector of Aceh; Mr. Fachruddin Polem, Head of Department of Forestry and Estates; Mr. Salman Ishak, Head of Department of Agricultural Reform; Mr. Asrin, Head of Department of Agriculture; Mr. Razali, Head of Department of Fishery; Mr. Muhammad Ali Basyah, Head of Department Community Development Services; Mr. Idris Ibrahim, Education Advisor to the Governor; and Prof. Dr. Afrizal, Rector, Malikussaleh University.

During their visit to AIT on 18-19 April 2011, the delegation from Aceh delegation held a series of meetings with Prof. Joydeep Dutta, Vice President for Academic Affairs; Dr. Weerakorn Ongsakul, Dean School of Environment, Resources and Development (SERD); Dr. Mokbul Morshed Ahmad, Associate Dean for Academic Affairs, SERD; Prof. Athapol Noomhorm, Coordinator Food Engineering and Bioprocess Technology (FEBT) field of study, SERD; Dr. S L Ranamukhaarachchi, Visiting Associate Professor, Agricultural Systems and Engineering (ASE), SERD; Dr. Prabhat Kumar, Affiliated Faculty, SERD; Dr. Wenresti Glino Gallardo, Coordinator Aquaculture and Aquatic Resources Management (AARM), field of study, SERD; Dr. Amararatne Yakupitiyage and Dr. Lionel Dabbadie, CIRAD of AARM,SERD; Dr. Theo Wilhelm Ebbers, Coordinator, Office of President; and Mr. Kyaw Soe Hlaing, Program Coordinator, External Relations and Communications Office (ERCO).

AIT will dispatch expert teams to Aceh for data collection and fact findings, brainstorming sessions, which will be followed by the presentation of an action plan to the Government of Aceh and its parliament. A team of agricultural and fishery experts will visit Aceh in May 2011. The Government of Aceh will also arrange for AIT expert teams to visit institutions of higher learning in Aceh to discuss the possibility of development of a two stage Master’s degree program.


source
Girls Generation - Korean