Showing posts with label Panduan. Show all posts
Showing posts with label Panduan. Show all posts

Sunday, December 18, 2011

Studi ke Inggris? Perhatikan Ini...

Setiap negara memiliki kebijakan tentang pendidikan yang umumnya sangat berbeda. Tak terkecuali Inggris, sebuah negara yang kaya akan budaya, yang menjadikannya salah satu negara terfavorit tujuan pelajar internasional untuk melanjutkan studi, termasuk para pelajar dari Indonesia.

Lalu, bagaimanakah cara untuk melanjutkan studi di Inggris?

Sama seperti negara-negara lain, hal utama yang harus diperhatikan ketika ingin melanjutkan studi di luar negeri adalah menguasai bahasa negara yang dituju dan yakin dengan program studi yang akan kita pilih. Namun, melanjutkan studi di Inggris menjadi sedikit lebih rumit untuk para pelajar setingkat SMA, khususnya pelajar yang sekolahnya tidak membuka kelas internasional.

"Akses untuk masuk ke program studi di Inggris dari S-1 ke S-2 itu tidak masalah karena bisa langsung ke universitas. Tapi, untuk pelajar SMA yang ingin ke S-1 itu ada beberapa pertimbangan," ungkap UK Education Manager, British Council, Andrias Soesilo, dalam sebuah seminar bertajuk "UK Higher Education" yang digelar  Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia bersama British Council pada "The Best of UK Festival", di Epicentrum Walk, Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/12/2011).

Ia menjelaskan untuk pelajar lulusan setingkat SMA yang di sekolahnya tidak terdapat kelas internasional harus mengambil program foundation selama  9-12 bulan. Dalam program tersebut akan diajarkan beberapa komponen, seperti menulis laporan, dan kemahiran berbahasa Inggris.

"Tentu saja itu harus, karena nantinya para pelajar akan sering melakukan presentasi," ujarnya.

Sementara, untuk pelajar lain yang telah mengikuti kelas internasional di sekolahnya juga harus mengikuti program IB Diploma atau GCE A-Level selama sekitar dua tahun. Dengan program tersebut, para pelajar dimungkinkan untuk memilih lima institusi yang menjadi pilihannya.

"A-Level itu disesuaikan dengan program studi yang akan diambil. Memang menyita waktu, tetapi bisa mengatasi kebingungan karena pelajar dapat memilih lima institusi berbeda. Untuk mengatasi kegagalan, sebaiknya jangan memilih institusi favorit semua," ujarnya.

Sama halnya dengan program studi, tiap-tiap institusi juga memiliki standar yang berbeda. Akan tetapi, secara umum, terang Andrias, program studi bisnis, hukum, dan kedokteran memiliki kompetisi yang lebih ketat. Itu terjadi, menurut dia, karena ketersediaan kelas pada program studi tersebut sangat terbatas.

Program studi bisnis si setiap kelasnya sekitar 30 sampai 40 pelajar, program studi hukum sekitar 15 sampai 20, bahkan untuk universitas favorit, program studi hukum hanya menampung 10 pelajar di setiap kelasnya. Adapun untuk program studi kedokteran jumlahnya lebih sedikit, umumnya hanya 5 pelajar di setiap kelasnya.

"Itu pun nilai A-Levelnya harus A atau B semua, tergantung institusinya. Dan kemahiran bahasa Inggris tentunya menjadi mutlak," ungkap Andrias.

Sumber : Kompas.com

Saturday, December 17, 2011

Penting, Memahami Format Tes IELTS

IELTS merupakan salah satu yang dipersyaratkan jika hendak melanjutkan studi di negara yang menggunakan pengantar bahasa Inggris. Menjelang akhir tahun, biasanya, kesempatan untuk studi ke luar negeri terbuka lebar. Sudahkah Anda mempersiapkan ILETS sebagai bukti kemampuan berbahasa Inggris Anda mumpuni?

IELTS menjadi tolok ukur kemampuan membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Selain itu, akan menunjukkan kemampuan Anda dalam berkomunikasi, baik ketika bekerja, belajar, mau pun hidup di sebuah negara yang berpengantar bahasa Inggris. Untuk mendapatkan skor IELTS maksimal, ada beberapa hal yang harus dipahami. Yang terpenting adalah pastikan bahwa Anda memahami bagaimana format tes IELTS. Nah, ada beberapa strategi yang dikutip dari situs British Council, dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tes IELTS.

Mengapa harus memahami format tes IELTS?

- Memahami format tes akan membuat Anda mengetahui apa yang diharapkan dari hasil tes
- Akan membuat kita lebih teliti terhadap isi dari setiap bagian tes, baik itu mendengar, membaca, menulis, dan berbicara
- Mengetahui perbedaan dari tipe-tipe pertanyaan yang akan ditanyakan pada setiap bagian.

Setelah terbiasa dengan format tes, Anda perlu melakukan sejumlah hal agar lebih fokus. Berbagai persiapan yang bisa dilakukan, diantaranya:

- Periksa kertas pengujian dan jawaban
- Coba melakukan tes dengan waktu yang telah dikondisikan
- Anda bisa melakukan persiapan dengan memanfaatkan sumber yang bisa diakses gratis, salah satunya IELTS oleh British Council, terutama jika Anda akan mengikuti tes di British Council.
- Belilah buku dan material IELTS yang bisa Anda pelajari sendiri

Hal lain yang perlu diketahui adalah ada dua versi tes IELTS yaitu IELTS Academic dan IELTS General Training. IELTS Academic biasanya untuk mengetahui kemampuan berbahasa Inggris guna kepentingan akademis. Adapun, IELTS General Training untuk kemampuan praktik berbahasa Inggris dalam konteks sehari-hari. 

Sumber : Kompas.com

Sunday, December 11, 2011

Kenapa Banyak yang Memilih Inggris, Ya?

Anda ingin melanjutkan studi ke luar negeri? Negara di benua manakah yang ingin Anda tuju? Jika benua Eropa, maka Anda harus mempertimbangkan Inggris sebagai salah satu negara yang Anda tuju.

Kenapa harus Inggris?

Ada sejumlah alasan yang mendorong para pelajar dari seluruh penjuru dunia memilih Inggris sebagai tujuan studinya. UK Education Manager British Council, Andrias Soesilo mengungkapkan, salah satu alasannya adalah pendidikan tinggi Inggris telah tersertifikasi secara internasional. Oleh karenanya, para lulusan dapat bekerja di negara manapun di seluruh dunia.
Selain itu, menurut Andrias, salah satu hal yang mendorong para pelajar dari berbagai negara datang ke Inggris adalah karena reputasi universitas-universitasnya.

"Para pelajar yang datang ke Inggris saat ini lebih aware, jika beberapa waktu lalu banyak yang memilih Inggris karena suka dengan kehidupan di London, tapi saat ini para pelajar datang ke Inggris karena pertimbangan kualitasnya," kata Andrias, dalam diskusi"UK Higher Education" yang digelar oleh Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia bersama British Council, pada "The Best of UK Festival", di Epicentrum Walk, Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/12/2011).

Ia menambahkan, kualitas beberapa perguruan tinggi seperti University of Cambridge dan Oxford University cukup dipertimbangkan di mata dunia. Hal itu terjadi lantaran ilmu pengetahuan yang ada di universitas tersebut terus melaju dengan pesat. Perkembangan seperti ilmu bisnis, dan teknologi misalnya, ia klaim sangat sesuai dengan perkembangan terkini.

"Beberapa universitas di Inggris masuk dalam jajaran lima terbaik universitas di dunia, tidak hanya universitas yang ada di London, University of Manchester juga unggul dalam ilmu bisnis dan teknologi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Andrias, ketika para pelajar internasional terbentur dengan berbagai kendala yang bersifat akademis, mereka akan dibantu oleh beberapa konselor yang memberikan pelatihan mengenai komunikasi dalam bahasa Inggris, hingga untuk mengasah keberanian para pelajar melakukan presentasi, dan mengeluarkan pendapat.

"Di Inggris, S-1 bisa dilakukan dalam waktu tiga tahun. Faktor kegagalan sangat kecil karena selalu dimonitor. Para pelajar bisa berkomunikasi dengan konselor mereka jika ada masalah dengan pembelajaran," ujarnya.

Hal lain yang menjadi nilai plus untuk para pelajar yang ingin melanjutkan studi di Inggris adalah budayanya yang sangat multikultural. Para pelajar akan memiliki kesempatan membangun jaringan karena banyak pelajar lain dari seluruh dunia yang melanjutkan studi di Inggris.

"Masyarakat di sana akan menghargai orang lain saat beribadah. Inggris juga sangat aman, kriminalitas rendah, dan terdapat transportasi massal yang nyaman selama 24 jam," ujarnya.  

Sumber : Kompas.com

Saturday, December 3, 2011

Go to Germany for pursuing a doctorate

Go to Germany for pursuing a doctorate...   
"Germany, as one of the leading researching nations in the world. Its science and research sector is renowned for its outstanding infrastructure, a widely diverse spectrum of research areas and well-equipped facilities and institutes. In addition, many organizations offer numerous grants and scholarships to foreign doctoral candidates".
It is a good choice to choose Germany for studying. Here are some good reasons to pursue a PhD in this country 
1. Outstanding reputation of German doctoral degrees
The German doctorateenjoys an outstanding reputation in all disciplines. German universities and research institutes offer young academics the chance to attain their doctorate in different ways. Especially in recent years, a large number of structured PhD programmes have been established throughout Germany. Coupled with intensive supervision, they provide foreign graduates attractive opportunities to pursue doctoral degrees in research teams within a clearly defined period of time. 

2. Excellent research institutes and facilities

  •   German universities– Where research and teaching unite: German universities do not merely regard themselves as "schools” for students and doctoral candidates, but as places where research and instruction are united. Approximately 240,000 international students and 17,000 international doctoral students are currently enrolled at German universities. These universities offer a large selection of subjects, excellent research facilities and well-trained academic personnel. Together with the US and Great Britain, Germany is one of the most attractive places of universitystudy and research among foreign students in the world.



  •   Excellent non-university research organisations: The well-developed network of German universities and non-university research organisations is one of the main reasons why Germany is so attractive to international researchers. These non-university organisations include such renowned institutions as the Max Planck Society, the Leibniz Association (WGL), the Helmholtz Association and the Fraunhofer Gesellschaft. With hundreds of research institutes, tens of thousands of employees and research funding budgets in the billions, these organisations represent one of the driving forces behind the German science and research sector.

  •  Intensive industrial research: Along with some 750 publicly financed research organisations, there is a wide range of industrial research facilities in Germany which work closely with universities and research institutes. German corporations are among the biggest investors in research in the world. Their combined R&D budgets account for around 70 % of Germany’s total investment in this sector.

3. Good funding opportunities for foreign doctoral candidates
Germany offers foreign doctoral candidates a wide variety of funding opportunities. The German Academic Exchange Service (DAAD) is Germany’s largest scholarship provider – especially to international doctoral candidates, who received 2,900 DAAD scholarships and grants just in 2010 alone. Furthermore, an extensive range of foundations and other funding and research organisations also offer grants to highly qualified foreign doctoral candidates.

4. High standard of living
Germany is known for its high quality of life and cultural diversity. Situated at the heart of Europe, visitors can take advantage of numerous recreational activities. Historically known as the land of "poets and philosophers”, Germany is home to a vibrant art and cultural scene with numerous concerts, museums and major events. Germany’s countryside is just as diverse, offering vacationers a wide range of outdoor activities – from swimming in the Baltic and North Sea, to hiking in the Alps.

For more detail information, please visit this link:

Sunday, November 27, 2011

Tips Membuat Karya Tulis Akademis Amerika

Karya tulis merupakan salah satu persyaratan yang dibutuhkan oleh mahasiswa ketika mengajukan permohonan beasiswa ke luar negeri. Karya tulis yang baik akan menjadi nilai tambah bagi si pelamar di calon universitas pilihan.

Agar tidak salah langkah, Lembaga pendidikan American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) pun menggelar workshop penulisan karya tulis akademis untuk para pelajar dan mahasiswa.

Higher Education Planner yang juga anggota asosiasi pendidikan Nafsa Casey Nolen Jackson mengatakan, setidaknya ada empat langkah yang bisa ditempuh seseorang dalam mengerjakan karya tulis untuk lamaran beasiswa.

1. Membuat dan membangun berbagai pertanyaan


Proses awal dalam pembuatan karya tulis adalah membuat dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang ingin kamu ketahui jawabannya.

"Berbagai pertanyaan sederhana yang coba kamu ketahui jawabannya dapat menjadi ide awal sebuah tesis yang nantinya terus dikembangkan," ujar Casey di hadapan para peserta International Education Week 2011 yang digelar di kantor Aminef, Jakarta, Jumat (18/11/2011).

2. Brainstorming

Tuangkan semua pikiran dalam bentuk brainstorming. Melalui teknik ini, satu pikiran pokok akan mampu memunculkan pikiran-pikiran lain yang mendukung.

3. Berpikir layaknya kamu adalah seorang profesor
Saat memutuskan ide dan tema karya tulis tersebut, pastikan kamu benar-benar menguasai topik tersebut. Gunakan teori-teori yang diberikan oleh dosen selama perkuliahan atau buku rujukan.

"Gunakan semua istilah tentang kajian tersebut dan pastikan kamu mengerti artinya," katanya menjelaskan.

4. Perencanaan
Fokus untuk menyelesaikan karya tulis tersebut sesuai dengan struktur dan tetap memperhatikan batas waktu pengumpulan. "Dari banyak ide yang ada, kamu harus mencari keterkaitan antara berbagai ide tersebut dan tidak menyimpang dari ide inti," tutur Casey.

Penjelasan Casey disambut antusias oleh para peserta yang memenuhi ruangan. Hal ini terlihat dari beragam pertanyaan yang diajukan oleh para peserta. Tidak hanya itu, untuk memperjelas materi tersebut, Casey mencontohkan karya tulisnya mengenai Apa Alasan Mahasiswa Indonesia Kuliah di Amerika.

Sumber : Okezone.com

Friday, November 25, 2011

Di Finlandia, Kuliah Gratis untuk Siapa Saja!

Tawaran menarik datang dari Finlandia. Di negara tersebut, biaya pendidikan S-1 hingga S-3 digratiskan. Tak hanya bagi warga negaranya, tetapi juga untuk pelajar internasional dari sejumlah negara. Mau? 
Head of International Affairs Aalto University, Finlandia, Saila Kurtbay, mengatakan, negaranya sangat terbuka untuk pelajar dari sejumlah negara yang ingin melanjutkan studi di negara tersebut. Namun, karena biaya pendidikan gratis, tak ada beasiswa yang disediakan bagi para pelajar internasional. Untuk beberapa program studi, ada yang bekerja sama dan didukung melalui sejumlah beasiswa, seperti Erasmus Mundus.
Untuk Indonesia, menurut Saila, jumlah pelajar yang bersekolah di Finlandia masih sedikit.
"Kami butuh lebih banyak orang Indonesia yang mau melanjutkan studi di Finlandia. Kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dengan Indonesia sangat penting. Studi di Finlandia akan potensial untuk pertumbuhan dunia pendidikan di Indonesia," kata Saila kepada Kompas.com di sela-sela pameran pendidikan tinggi Eropa di Jakarta, akhir pekan lalu.
Saila menjelaskan, biaya pendidikan di Finlandia di-cover oleh pemerintah. Oleh karena itu, negara terbuka bagi siapa saja, terutama generasi muda.
"Bagi pelajar Indonesia pasti akan sangat menarik untuk datang ke Finlandia dan melihat segala sesuatu dalam skala yang lebih kecil," ujarnya.
Para pelajar internasional yang studi di Finlandia hanya dibebankan untuk membiayai kebutuhan hidupnya selama menempuh studi.
"Karena kami tidak ada biaya kuliah, termasuk untuk pelajar Indonesia, pelajar hanya membiayai untuk biaya hidupnya selama di sana (Finlandia). Mereka tidak membayar apa pun untuk biaya pendidikannya," ujarnya.
Namun, Saila menambahkan, untuk beberapa program master, ada sejumlah jurusan yang membebani biaya pendidikan walau tidak secara penuh.
Lalu, bagaimana menyiasati biaya hidup selama di Finlandia? Saila mengungkapkan, para pelajar nonnegara Uni Eropa, seperti Indonesia, diberikan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui kerja paruh waktu selama maksimal 20 jam per minggu. Bekerja dengan waktu 20 jam per minggu, menurut dia, akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup di Finlandia yang sebulan sekitar 600 euro. Selain itu, mereka bisa juga mendapatkan dukungan dana dari lembaga donor beasiswa.  

Pengajuan aplikasi
Bagaimana cara mengajukan aplikasi studi di Finlandia? Para pelajar yang berminat tak harus datang ke Finlandia terlebih dahulu. Mereka bisa browsing atau menetapkan pilihan akan mengambil jurusan apa dan di universitas mana. Berbagai informasi terkait program studi tersebut tersedia secara online dan bisa mengajukan aplikasi secara online.
"Bisa mengajukan aplikasi untuk program yang diminati secara online dan memenuhi berbagai persyaratan. Setiap program berbeda persyaratannya. Everything is online," kata Saila.
Beberapa program unggulan sejumlah universitas di Finlandia di antaranya dalam bidang pengembangan energi, teknologi dan inovasi, seni, dan arsitektur.
"Kami ingin melihat lebih banyak pelajar Indonesia datang ke Finlandia. Kami melihat kualitas pelajar indonesia dalam pameran ini sangat baik. Pertanyaan yang diajukan sangat cerdas," ujar Saila.
Anda berminat? Berbagai informasi mengenai studi di Finlandia dapat digali melalui situs web www.studyinfinland.fi

Sumber : Kompas.com

Saturday, November 12, 2011

Enaknya, Ambil Jurusan Apa Ya?

Pilihan mengenai konsentrasi studi yang diambil tergantung pada minat masing-masing individu. Minat akan sangat menentukan keberhasilan. Sebab, rahasia dibalik kebahagiaan adalah mampu mencintai apapun yang dilakukan dalam hidup. Jadi, apa yang harus dilakukan agar mampu menentukan pilihan studi yang sesuai minat dan kesenangan?
Yang pasti, temukan konsentrasi studi yang tepat, universitas yang tepat, dan Anda akan terinspirasi untuk meraih kesuksesan.
1. Apa yang benar-benar Anda minati?  
Poinnya, bukan mengenai dalam hal apa Anda dapat menghasilkan sesuatu yang baik, tetapi apakah Anda senang melakukannya? Anda mungkin saja bagus dalam pelajaran Matematika, tetapi Anda memilih untuk menghabiskan akhir pekan dengan mengutak-atik komputer tua. Maka, spesifikkan minat Anda.
2. Mengapa?
Merupakan hal yang penting untuk berpikir mengapa Anda tertarik pada sebuah bidang studi. Apakah karena Anda menyenanginya atau bayangan akan masa depan yang cerah? Atau, jangan-jangan hanya karena memenuhi keinginan orangtua? Dengan mempertanyakannya kepada diri sendiri, Anda akan lebih dapat memutuskan mana yang akan Anda pilih.
3. Di mana Anda akan menempuh pendidikan?
Ada dua hal terkait hal ini. Di mana negara terbaik untuk mengambil spesialisasi studi tertentu? Mungkin negara yang kuat secara jaringan dan menawarkan kesempatan kerja setelah lulus dalam bidang industri terkait, atau kota yang memiliki akses terhadap sumber daya tertentu.
Atau, hal lain yang bisa jadi pertimbangan adalah, di belahan dunia mana yang menurut Anda akan membuat diri Anda senang berada di sana selama beberapa tahun? Ini adalah kesempatan untuk belajar bahasa atau menyerap budaya baru, membuat jalinan pertemanan, dan pengalaman yang berbeda dalam hidup. Jika Anda senang dalam menjalani keseharian, pasti Anda juga akan  menyenangi kegiatan studi yang Anda lakoni di tempat tersebut.

4. Berpikir realistis

Ketika Anda telah menemukan apa yang menjadi impian Anda, yakinlah bahwa hal itu realistis untuk diwujudkan. Termasuk dalam pilihan studi. Misalnya, apakah bisa memenuhi biaya penerbangan, biaya kuliah, dan biaya hidup? Jika tidak, maka Anda bisa memikirkan hal lainnya, yaitu mencari beasiswa untuk mendapatkan sejumlah bantuan pembiayaan.
5. Lakukan penelitian
Anda perlu mempertajam seluruh pilihan secara nyata. Hal ini pasti membutuhkan sejumlah kajian atau penelitian. Misal mencari informasi secara online, membaca blog para pelajar yang bisa jadi berisi banyak informasi, dan jika memungkinkan cobalah berdiskusi, meminta testimoni kepada mereka yang belajar di negara atau kota yang dituju untuk mengetahuinya secara nyata.

6. Apa hal yang penting bagi Anda?

Selama melakukan observasi dengan menelaah dari berbagai sumber, Anda akan punya pandangan lain dalam menilai sebuah universitas. Buatlah daftar pendek terkait tiga poin utama yang Anda cari. Bisa saja dari sisi ranking sekolah atau prestise, fasilitas penelitian, pengalaman praktis, biaya perkuliahan, layanan pendukung siswa, keamanan, kehidupan sosial, kesempatan untuk berpetualang. Ada banyak variabel. Mana hal yang tepat bagi Anda?
7. Bagaimana cara Anda menyenangi belajar?
Beberapa orang lebih menyukai ujian akhir, ada pula yang menyukai tugas-tugas reguler karena membuat mereka sibuk sepanjang tahun. Ada yang menyukai teori, yang lainnya menyenangi praktik. Di sisi lain, ada yang senang bekerja secara kelompok, ada yang suka bekerja sendiri. Beberapa menyenangi menyampaikan tugas mereka secara verbal, yang lainnya lebih suka kalau menuliskan laporkan.
Nah, pilihlah mana yang cocok untuk Anda dan akan menambah kepercayaan diri untuk meraih kesuksesan. Atau, jika ingin tantangan, cobalah hal baru dalam belajar yang bisa membawamu keluar dari zona nyaman.

8. Lihat prospek karir ke depan

Belajar ke luar negeri bisa jadi sangat mahal. Jadi, berpikirlah bahwa ini akan menjadi investasi masa depan. Artinya, ini terkait dengan karir dan gaji Anda jika sudah terjun ke dunia kerja. Temukan pelajar internasional lulusan universitas tempat Anda belajar yang telah bekerja setelah menamatkan studinya atau carilah peluang bertemu dengan pelaku industri semasa Anda masih kuliah.
9. Fokus
Setiap bidang yang dipilih menawarkan hal yang berbeda. Ada baiknya, mengetahui secara spesifik keunggulan yang dimiliki.
10. Anda dapat mengubah pilihan
Ini adalah keputusan yang penting. Tetapi, jika Anda telah menemukannya dan menyadari bahwa Anda telah membuat kesalahan, belum terlambat untuk mengubahnya. Bicarakan kepada konselor di kampus, dan lihat jika ada pilihan yang lebih baik untuk Anda di sana. Jangan buang lima tahun hidup Anda untuk menjalani sesuatu yang tidak Anda senangi.
Ingatlah, memilih studi juga tentang minat dan hasrat Anda, dan kesuksesan akan menanti! 

sumber : kompas.com

Saturday, October 29, 2011

Jangan Salah, Pilih Perekomendasi yang Tepat!

Dalam berburu beasiswa, mempersiapkan sejumlah strategi merupakan hal penting untuk menentukan kesuksesan Anda. Salah satu syarat yang menentukan adalah surat rekomendasi. Tak hanya teknis penulisan dan isi surat, siapa yang memberikan rekomendasi juga menjadi faktor penentu. Jadi, jangan pernah salah memilih, siapa orang yang Anda minta memberikan rekomendasi!
Perlu diketahui, pemberi beasiswa akan menaruh perhatian terhadap siapa yang memberikan rekomendasi dan testimoni tentang Anda. Surat rekomendasi dari orang yang sudah mengenal Anda akan membuat pemberi beasiswa percaya dibandingkan dengan tulisan Anda sendiri. Hal ini akan membentuk opini pihak tersebut tentang bagaimana Anda bisa diterima di lingkungan, tentang hasil kerja Anda di tempat kuliah atau sekolah, untuk menentukan apakah Anda layak atau tidak menerima beasiswa tersebut.
Nah, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan untuk menentukan orang yang akan dimintai rekomendasi. Semoga membantu!

1. Mintalah orang yang sudah Anda kenal lebih dari enam bulan.
 
Pemberi beasiswa ingin opini dari orang yang benar-benar mengenal Anda, bukan orang yang sekadar tahu.

2. Jangan meminta rekomendasi dari anggota keluarga.  
Mereka akan selalu menuliskan bahwa Anda baik. Jika pemberi beasiswa tahu, maka mereka tak akan menganggap rekomendasi ini obyektif.

3. Mintalah kepada dosen, profesor, atau atasan Anda.
 
Surat rekomendasi biasanya lebih dihargai jika ditulis oleh orang yang sudah ahli dan profesional. Ini artinya Anda dipercaya oleh orang-orang tersebut sehingga bisa menjadi nilai plus untuk Anda.

4. Jangan meminta rekomendasi kepada teman main Anda. 
Pemberi beasiswa juga tidak akan percaya bahwa surat ini obyektif.

Setelah Anda memutuskan orang tepat untuk memberikan rekomendasi, bantulah mereka dengan memberikan guideline atau petuntuk penulisan surat rekomendasi. Misalnya, panjang surat, topik yang harus ditulis, kelebihan Anda, dan kualifikasi Anda untuk beasiswa tersebut.

Selamat mencoba! 

sumber : Kompas.com

Thursday, October 27, 2011

11 Tips Saat Menghubungi Profesor

Dalam pengajuan aplikasi beasiswa, ada yang mensyaratkan menyertakan surat pernyataan dari Profesor di universitas yang dituju, baik itu sebagai rekomendator atau dosen pendamping saat melakukan penelitian. Tak sedikit yang mengalami kebingungan, bagaimana cari mencari dosen yang sesuai, kenal saja tidak? Beberapa tips ini mungkin bisa membantu, bagaimana tahapan yang bisa dilakukan untuk "melacak" sang profesor yang sesuai dengan bidang yang ilmu dan universitas yang kita tuju.

1. Cek situs web

Cari dan ceklah situs web pribadi mereka atau situs web universitas di mana mereka mengajar. Dapatkanlah informasi mengenai penelitian yang telah mereka lakukan. Lihat paper terbaru yang mereka hasilkan dan bacalah abstraksi dari tulisannya untuk memahami alur berpikir mereka.

2. Siapkan CV pendek

Berikutnya, siapkan curriculum vitae yang relatif singkat berisi pengalaman dan minat Anda. Jangan masukkan informasi yang lebih banyak, misal mengenai skor GRE/TOEFL, penghargaan yang pernah Anda dapatkan, dan lain-lain.

- Cukup dengan menunjukkan bahwa Anda berpotensi untuk melanjutkan proyek penelitian bersamanya.
- CV cukup 2 halaman. Sertakan CV ini bersama e-mail yang Anda kirimkan.
- Ceritakan bahwa Anda tertarik dengan apa yang dilakukan oleh profesor tersebut dan ceritakan bagaimana Anda mengetahui tentang dia (tentu saja dari paper karyanya yang Anda baca!). Jangan lupa, sebutkan juga, kira-kira apa pekerjaan yang bisa Anda lakukan di bawah bimbingan mereka.

3. Tetaplah rendah hati
Anda harus rendah hati dalam menuliskan e-mail kepada profesor yang Anda kehendaki, tetapi jangan pula putus asa. Jangan tunjukkan bahwa seluruh harapan Anda tergantung pada respon mereka terhadap e-mail dan permintaan Anda.

4. Berperilaku seolah-olah Anda memiliki pilihan lain
Tetapi, tetap jaga sikap, ya! Jangan sampai banyak hal yang akan membuat dia justru akan kehilangan respek terhadap Anda.
 

5. Buatlah secara sederhana
Buatlah permintaan Anda dengan sederhana, secara informal, dan dengan bahasa yang "manis". Jangan sekali-sekali mengajukan permintaan pembiayaan dalam perkenalan pertama ini. Hanya katakan bahwa Anda tertarik dengan proyek penelitian mereka!

6. Jangan menghubungi 2 profesor sekaligus
Ingat, jangan pernah menghubungi atau mengirimkan e-mail kepada 2 profesor dari departemen yang berbeda di universitas yang sama. Tunggu saja, jika e-mail Anda belum mendapatkan balasan, kirim lagi.

7. Sebut mereka dengan "Prof"
Jangan pernah menyebutkan atau memanggil mereka "Sir" atau "Madam". Panggilan ini terkesan Anda hanya copy-paste seperti dalam surat lamaran pekerjaan. Buatlah e-mail Anda memberikan kesan eksklusif bagi mereka.

8. Tunjukkan tujuan Anda
E-mail
yang Anda kirimkan harus mengindikasikan dan menunjukkan bahwa Anda menghubunginya untuk kepentingan mendaftarkan program Master atau PhD.

9. Sinyal positif Jika sang profesor terlihat memberikan respons positif dalam e-mail mereka, sebutkan nama mereka dalam aplikasi Anda. Beberapa mensyaratkan Anda harus menyebutkan siapa profesor yang akan bekerja dengan Anda.

10. Jika menyebut nama
Jika Anda menyebutkan nama profesor dalam aplikasi, pastikan bahwa memang komunikasi via e-mail yang Anda lakukan dengannya sesuai dengan apa yang Anda sebutkan dalam aplikasi.

11. Jangan mengirimkan e-mail saat akhir pekan!

Sebab, jika mengirimkan e-mail saat akhir pekan, bisa jadi e-mail Anda akan tertimpa dengan e-mail yang lainnya, karena sang profesor baru mengecek inbox-nya pada hari Senin. Kirimkankan e-mail pada saat hari kerja dan selama jam kerja. Ingat, jam kerja mereka, bukan jam kerja Anda!

Selamat mencoba! 

Sumber : Kompas.com

Friday, October 21, 2011

Siapkan Hal Sederhana Ini Sebelum Studi ke Luar Negeri

Melanjutkan studi di luar negeri mungkin menjadi impian banyak orang. Apalagi, jika ada kesempatan meraih beasiswa di universitas terkemuka di negara-negara maju. Sebelum menjemput kesempatan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk studi ke luar negeri. Apa saja dan bagaimana cara menilik peluang beasiswa yang ada?
Ariono Hadipuro, salah seorang mahasiswa Indonesia yang berhasil meraih beasiswa dan melanjutkan studi di salah satu universitas di Inggris berbagi sejumlah langkah sederhana tapi penting untuk diperhatikan ketika ingin studi di luar negeri.

Apa yang diharapkan setelah menempuh studi?
Menurutnya, hal utama yang harus dipersiapkan secara matang adalah apa yang ingin dilakukan setelah selesai menempuh studi. Hal ini menjadi penting, karena akan berkaitan langsung dengan program studi apa yang akan kita pilih. Pikirkan program studi yang akan dipilih berulang kali. Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan diantaranya, apakah sudah tepat dan sesuai dengan apa yang kita rencanakan setelah menyelesaikan program studi tersebut.
“Banyak yang lupa dan tidak memikirkan itu. Aakhirnya merasa tidak sesuai ketika berada di tengah jalan,” kata Ariono, Senin (10/10/2011) malam, dalam diskusi mengenai studi luar negeri, di Jakarta.

Gali informasi mengenai universitas
Langkah selanjutnya, galilah informasi secara mendalam mengenai universitas yang akan kita tuju. Apakah universitas tersebut menyediakan program studi yang akan kita pilih dan bagaimana kualitasnya?
Pria yang akrab disapa Ono ini menjelaskan, penggalian informasi tersebut dapat dilakukan melalui pencarian di internet. Akan tetapi, menurutnya, cara yang lebih aman adalah melalui pihak-pihak yang netral. Misalnya, menggali informasi dari para alumninya, atau melalui kedutaan besar negara-negara yang akan kita tuju.
“Sekarang ini banyak konsultan pendidikan yang menurut saya tidak netral karena hanya memberikan informasi dari beberapa institusi yang terkait dengan mereka. Maka sebaiknya cari informasi dari pihak yang lebih netral,” jelas Ono, yang kini bekerja di Nuffic NESO Indonesia, sebuah lembaga yang menangani kerjasama internasional pendidikan tinggi, khususnya di Belanda.

Ingat, kesempatan selalu terbuka lebar
Hal yang perlu diingat, kesempatan untuk studi ke luar negeri selalu terbuka lebar. Akan tetapi, kesempatan itu menjadi terbatas karena banyaknya kandidat yang berburu melalui jalur beasiswa.
“Untuk beasiswa, kita harus tahu posisi kita karena terkadang ada syarat tertentu dari pendonornya. Kenali tujuan beasiswanya, beberapa negara memberikan beasiswa karena ingin mempererat hubungan bilateral, tetapi ada juga yang khusus diberikan pada orang tertentu yang dianggap pintar,” ujarnya.
Jadi, selamat berburu beasiswa! 

sumber : Kompas.com

Monday, October 17, 2011

Merencanakan Studi ke Amerika Serikat

Aspek paling penting bagi para pelajar di luar negeri adalah pembiayaan. Meski kamu mendapatkan beasiswa penuh, bukan berarti kamu tidak perlu merencanakan keuangan untuk studi.

Situs Education USA, melansir beberapa hal yang bisa kamu simak dalam merencanakan keuangan jika kamu ingin berkuliah di Amerika Serikat (AS).

Perencanaan
Buat rencana keuangan pada saat yang sama ketika kamu mulai memilih kampus yang akan kamu masuki. Waktu yang paling tepat adalah minimal dua belas bulan sebelum kamu ingin berkuliah di suatu negara.  

Riset
Biaya pendidikan bervariasi untuk tiap kampus. Kampus swasta biasanya menerapkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan kampus negeri. Lakukanlah riset mendalam tentang biaya pendidikan di tiap kampus yang ingin kamu masuki.

Biaya tidak berbanding lurus dengan kualitas
Mahalnya biaya pendidikan di suatu perguruan tinggi, tidak serta merta mengindikasikan bagusnya kualitas kampus tersebut.

Biaya hidup
Selain biaya pendidikan, biaya hidup juga bervariasi, tergantung dari daerah yang kamu diami dan gaya hidupmu.

Beasiswa kampus
Pada umumnya kampus berharap kamu dan keluargamu dapat membiayai pendidikanmu secara penuh, namun banyak juga kampus yang menyediakan bantuan keuangan bagi para mahasiswanya.

Bantuan keuangan ini dapat berupa beasiswa, dana penelitian, program bekerja sambil kuliah, dan pinjaman. Meski begitu, beasiswa penuh dan bantuan keuangan ini sangat jarang, kamu perlu rajin mencari informasi tentang hal tersebut.

Kerja sambil kuliah
Kesempatan bekerja di AS terbatas dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber pendanaan utama pendidikanmu. 

Beasiswa olahraga
Berbagai kampus di AS menyediakan berbagai beasiswa bagi atlet berprestasi.

Sumber : http://kampus.okezone.com/

Saturday, October 15, 2011

Kunci Sukses Membuat "Motivation Statement"

 
Memiliki segudang prestasi dan nilai akademik yang tinggi tak cukup menjadi syarat sukses meraih beasiswa. Motivation statement juga menjadi penentu keberhasilan dalam pengajuan aplikasi beasiswa. Dari rangkaian kata dalam surat tersebut, dewan penilai akan mengetahui karakter dan kompetensi yang kita miliki.
Yanuar Nugroho, yang pernah tergabung dalam tim penyeleksi beasiswa di Indonesia dan sempat menyeleksi aplikasi beasiswa di Manchester University, Inggris, mengungkapkan, ada dua hal yang harus dimunculkan saat Anda menulis motivation statement. Dua hal itu adalah karakteristik dan kompetensi.
Menurut dia, dalam karakter yang dinilai adalah apakah Anda bisa belajar mandiri, apakah Anda punya “nilai jual”, dan apakah dengan mendapatkan beasiswa, Anda dapat berpengaruh dalam lingkungan Anda.
Sementara itu, untuk kompetensi, lebih kepada kewajiban dan kesungguhan Anda menyelesaikan studi tersebut.
“Kompetensi, Anda diberi uang (beasiswa), Anda harus lulus,” kata Yanuar.
Akan tetapi, tuturnya, yang perlu diketahui adalah perbedaan antara menulis motivation statement untuk beasiswa S-2 dan beasiswa S-3. Ia menjelaskan, untuk beasiswa S-2 Anda hanya menulis motivation statement secara singkat, dengan 1.000 kata atau sekitar tiga halaman. Namun, untuk beasiswa S-3, Anda diharuskan menuliskannya dalam bentuk proposal penelitian.
Jika Anda berniat melanjutkan studi S-2 di negara-negara Eropa, strategi yang harus Anda lakukan adalah dengan “menembak” program studi sebanyak-banyaknya. Namun, jika niat Anda adalah untuk melanjutkan S-3, yang harus Anda kejar adalah siapa profesor yang cocok dan tertarik untuk mendampingi Anda melakukan penelitian.
“Kirim e-mail singkat kepada 15-20 profesor. Singkat saja, sekitar dua paragraf yang mengungkapkan minat Anda untuk melakukan penelitian tertentu, dan katakan, 'Apakah Anda tertarik untuk mendampingi saya? Saya menunggu balasan dari Anda',” ujar Yanuar mencontohkan.
Ia mengingatkan, jangan pernah meminta beasiswa dan melampirkan proposal penelitian dalam e-mail pertama Anda. Menurut dia, hal itu sama dengan jalan tol untuk segera ditolak. Setelah ada jawaban dari sang profesor, Anda baru menyampaikan ide Anda dalam tiga atau empat paragraf, dan teruslah buat kontak dengan profesor tersebut.
“Setelah ada ketertarikan yang lebih dari professor tersebut, barulah katakan jika Anda memerlukan beasiswa. Jika sudah tertarik, tentu dia akan mencarikan jalan untuk Anda mendapatkan beasiswa,” katanya.
Sementara itu, Ariono Hadipuro, staf Nuffic Neso Indonesia, mengungkapkan, agar diterima menjadi mahasiswa di salah satu program studi di sebuah universitas, Anda harus mampu menuangkan alasan yang tepat mengapa Anda sangat tertarik dengan program studi itu, dan jelaskan apa yang menjadi rencana jangka panjang Anda setelah Anda selesai menempuh program studi tersebut.
Menurut dia, motivation statement adalah sebuah upaya yang mewakili Anda untuk memperkenalkan diri. Menulis motivation statement dengan tepat menjadi sangat penting mengingat banyaknya aplikasi serupa yang akan diterima oleh pihak universitas.
“Universitas ini menerima aplikasi dari banyak orang. Mereka ingin mengenal Anda karena mereka ingin tahu apakah keinginan Anda dapat terpenuhi oleh universitas. Jika mereka menganggap Anda tidak sesuai dengan program yang mereka tawarkan, universitas punya hak untuk menolak,” kata Ariono. 

Sumber : Kompas.com

Sunday, October 9, 2011

10 Langkah Membuat Laporan Penelitian yang Baik

 
Untuk menuliskan laporan penelitian yang baik, Anda harus menentukan topik yang spesifik, mengetahui apa yang ingin Anda sampaikan, dan mengungkapkannya secara efektif. Nah, 10 langkah ini mungkin bisa membantu Anda dalam membuat penelitian yang baik.

Langkah 1: Pilih topik

Ketika menentukan topik, pilihlah yang Anda memang tertarik untuk membahasnya dan bisa mengumpulkan informasi yang cukup. Jika topik terlalu luas, Anda akan mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.
Langkah 2: Menempatkan informasi
Gunakanlah informasi dari sejumlah referensi yang beragam dan berasal dari berbagai sumber. Sumbernya bisa dari ensiklopedia, almanak, jurnal-jurnal, buku, majalah, dan surat kabar. Bentuk informasinya bisa saja dalam bentuk berkas, atau pun data digital.
Langkah 3: Siapkan kartu bibliografi
Menyiapkan kartu bibliografi untuk mendokumentasikan sumber informasi yang Anda gunakan ketika menulis laporan penelitian.
Langkah 4: Siapkan lembar catatan
Gunakan lembar-lembar catatan untuk menuliskan segala hal dari sumber yang Anda tuliskan dalam penelitian. Berilah nomor pada kartu catatan untuk menyimpan setiap detil dari informasi tersebut.    
Langkah 5: Siapkan outline

Tuliskan outline dengan mengatur beragam catatan yang Anda punya dalam sejumlah bagian, seperti topik, sub topik, detil, dan sub detil dari informasi tersebut.
Langkah 6: Buat draf
Gunakan segala catatan yang Anda punya dan telah dituliskan dalam bentuk outline untuk menyusun draf penelitian Anda. Dalam menuliskan draf, jangan lupa untuk menggunakan penomoran catatan kaki untuk mengetahui dari mana sumber yang Anda dapatkan.
Langkah 7: Periksa kembali draf
Buatlah perubahan yang Anda butuhkan pada draf yang Anda buat, untuk memastikan bahwa ide telah diekspresikan secara jelas dan penulisan Anda telah akurat.
Langkah 8: Siapkan bibliografi yang digunakan Pada akhir penulisan, berilah daftar dari seluruh sumber yang Anda gunakan dalam penelitian. Kartu-kartu bibliografi yang sudah Anda siapkan sebelumnya, akan berguna dalam tahapan ini. Buatlah daftar bibliografi berdasarkan alfabet.
Langkah 9: Siapkan halaman judul dan tabel daftar isi
Halaman judul adalah halaman pertama dari laporan penelitian. Halaman ini memuat judul laporan, nama Anda, dan tanggal dibuatnya laporan. Daftar isi berada di halaman kedua. Bagian ini berisi topik utama, sub topik yang dinilai penting, dan halaman yang memperkenalkan penelitian Anda.
Langkah 10: Cek terakhir
Sebelum "membungkus" laporan penelitian, yakinkan bahwa Anda menjawab "Ya" pada setiap pertanyaan berikut:
* Apakah sudah terdapat halaman judul
* Apakah sudah ada daftar isi?
*Apakah seluruh penomoran halaman sudah benar?
* Apakah sudah menyediakan catatan kaki untuk setiap kutipan dan sumber utama informasi yang digunakan?
* Apakah sudah memasukkan bibliografi?
* Apakah sudah menyiapkan berkas cadangan untuk setiap dokumen yang digunakan?

Sumber : Kompas.com

Friday, October 7, 2011

Jangan Sepelekan Surat Rekomendasi

 
Dalam pengajuan aplikasi beasiswa, ada salah satu syarat yang harus Anda penuhi yaitu surat rekomendasi atau Letters of Recommendation. Surat rekomendasi ini biasanya diberikan oleh Rektor (jika Anda ingin melanjutkan S2) atau Kepala Sekolah (untuk S1), bisa juga ditulis oleh orang-orang yang sudah berpengalaman dan berpengaruh di bidang akademik yang memiliki kredibilitas. 

Selain itu, Surat rekomendasi ini bisa juga diberikan oleh orang yang kredibel di bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat Anda. Surat rekomendasi ini juga menjadi salah satu persyaratan yang akan memuluskan jalan Anda meraih beasiswa.

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk membuat surat rekomendasi yang baik.

Pertama, Anda harus memastikan bahwa profesor, atau praktisi yang nanti akan memberikan surat rekomendasi dapat menyatakan bahwa Anda memiliki kemampuan dan kualitas yang berhubungan dengan beasiswa yang Anda pilih. Misalnya, ketika Anda melamar beasiswa untuk belajar fotografi, mintalah fotografer terkenal dan andal untuk menuliskan rekomendasinya. Pastikan dia juga sudah melihat karya Anda.

Kedua, setelah Anda tahu ingin meminta rekomendasi siapa, hubungilah mereka. Jika Anda sudah lama tidak bertemu mereka, pastikan mereka mengingat Anda. Kalau Anda menghubungi mereka lewat e-mail, katakanlah dengan spesifik nama Anda, kapan Anda pernah menjadi mahasiswa atau pernah bekerja dengannya, dan apa yang pernah Anda hasilkan ketika bekerja dengan mereka. Selalu hubungi perekomenasi Anda jika sudah mendekati batas akhir pengumpulan berkas. Waktu yang efektif agar Anda tak perlu terburu-buru adalah dua bulan sebelum batas akhir tersebut.

Ketiga, akan lebih baik jika orang yang memberikan rekomendasi tersebut adalah orang yang betul-betul mengenal Anda. Jika mereka mengenal Anda secara personal, akan lebih mudah untuknya memberikan rekomendasi jujur tentang Anda. Ada beberapa institusi pemberi beasiswa yang tahu mana surat rekomendasi ‘asli’ dan mana yang berupa ‘draft’ alias surat rekomendasi yang hanya copy paste dan diubah.

Keempat, setelah rekomender Anda setuju untuk menuliskan surat rekomendasi untuk Anda, berikanlah sebanyak mungkin informasi tentang Anda. Ringankanlah pekerjaan mereka dengan memberikan list prestasi dan CV Anda. Selalu cek apakah mereka sudah menyelesaikan suratnya atau belum. Jangan ketika mendekati batas akhir,  Anda baru menagihnya.
Terakhir, ketika rekomender Anda sudah mengirimkan surat rekomendasi untuk Anda, jangan lupa untuk memberikan surat pernyataan terima kasih karena sudah dibuatkan rekomendasi dan juga sudah membantu Anda dalam mengejar beasiswa ini. Selalu keep in touch dengan mereka, dan jika Anda mendapatkan beasiswa tersebut,  jangan lupa beritahu mereka dan ucapkan terima kasih.

Semoga berhasil! 

Sumber : Kompas.com

Sunday, September 25, 2011

Mari Berkenalan dengan Beasiswa Asing


Biaya pendidikan yang membumbung tinggi membuat beasiswa menjadi incaran banyak orang. Informasi tentang beasiswa pun bisa didapatkan dengan mudah melalui internet.

Biasanya, pemerintah berbagai negara menyelenggarakan program beasiswa secara rutin. Blogger dan mahasiswa S-3 di Universitas Wollongong, Australia, I Made Andi Arsana merangkum berbagai beasiswa reguler dari berbagai negara.

"Beberapa beasiswa yang secara rutin diberikan kepada masyarakat Indonesia adalah AusAID (Australia), STUNED dan NFP (Belanda) Fulbright (Amerika Serikat), Chevening (Inggris), DAAD (Jerman), Mongbukogakusho/Monbusho (Jepang), dan lain-lain," kata Andi dalam blognya, Senin (20/6/2011).

Andi memaparkan, beasiswa AusAID biasanya dibuka hingga September tiap tahun. Jenjang pendidikan yang dibuka adalah S-2 dan S-3, dengan bahasa pengantar Inggris. Informasi lengkap mengenai beasiswa AusAID dapat kamu simak di laman www.adsjakarta.or.id.

Belanda membuka beasiswa Stuned hingga Maret tiap tahunnya. Selain Stuned, beasiswa NFP juga merupakan program beasiswa yang ditawarkan pemerintah Belanda. Deadline pengiriman aplikasi NFP adalah Mei. Dengan menggunakan bahasa pengantar Inggris, calon mahasiswa bisa memilih berbagai program pascasarjana tingkat master (S-2) di berbagai kampus di Negeri Kincir Angin tersebut. Situs www.nec.or.id menyediakan informasi lengkap mengenai dua beasiswa ini.

Beasiswa DAAD rutin diberikan pemerintah Jerman. Para peminat beasiswa ini harus mengirimkan lamran sebelum Desember untuk memilih program-program studi magister (S-2) dan doktoral (S-3). Informasi lengkap dapat disimak melalui website www.daad.de.

Peminat Jepang sebagai negara tujuan studi dapat mengirimkan aplikasi beasiswa Monbusho sebelum April tiap tahun. Informasi tentang beasiswa ini dapat disimak melalui laman www.dikti.org. Pelamar dapat memilih bidang studi tingkat S-2 dan S-3. Para pelamar haruslah menguasai bahasa Jepang yang akan digunakan sebagai bahasa pengantar.

Tiap tahun, pemerintah Inggris juga membuka beasiswa Chevening. Informasi tentang beasiswa ini bisa dilihat di laman www.chevening.or.id. Tenggat pengiriman aplikasi beasiswa adalah pada Maret, dan hanya dibuka untuk program magister (S-2).

Selain beasiswa-beasiswa di atas, pemerintah negara-negara lainnya juga menyediakan berbagai beasiswa bagi para pelajar internasional. Kecanggihan teknologi internet pun akan memudahkanmu mendapatkan berbagai informasi beasiswa yang kamu butuhkan.

Selamat berburu beasiswa!

Sumber : Okezone.com

Thursday, September 8, 2011

Wawancara Beasiswa, Ini Panduannya!


Jangan girang dulu ketika aplikasi beasiswa Anda diterima. Satu proses selanjutnya siap menanti dan tidak kalah pentingnya, yaitu sesi wawancara. Sesiap apa Anda menghadapinya?
Kesiapan di sini tentu saja terkait mental dan kemampuan Anda menjawab secara diplomatis pertanyaan-pertanyaan sang pewawancara. Kadar potensi dan harapan di dalam diri Anda, itulah yang akan difokuskan oleh pewawancara. Karena dari situlah, pemberi beasiswa akan menilai dan menakar perkembangan diri Anda bagi kebutuhan institusi pemberi beasiswa di masa depan.
Namun, diplomatis bukan mengajarkan Anda berbohong, tentu saja, tetapi mencari jawaban tepat, baik itu untuk mengiyakan atau "mengelak". Dan ingat, tidak ada kebohongan yang tidak terlihat dari pandangan mata dan sikap tubuh Anda ketika duduk di hadapan seorang pewawancara.
Simak beberapa pertanyaan sebagai tips di bawah ini. Tetapi, ini hanya semata panduan, bukan untuk membuat Anda menyiapkan sebuah manipulasi jawaban, yang bisa Anda sesuaikan dengan cerminan diri Anda.
Apa alasan Anda memilih perguruan tinggi ini?
Katakan sejujurnya sesuai keinginan dan cita-cita Anda. Pastikan, diri Anda yakin memilih perguruan tinggi ini. 
Mengapa Anda memilih jurusan ini?
Ingat, tidak ada pemberi beasiswa yang mau memberikan beasiswa kepada Anda karena merasa salah memilih jurusan, terpaksa, atau tanpa memiliki deskripsi apa pun tentang jurusan pilihan Anda ini.
Ada baiknya, jabarkan kelebihan yang dimiliki oleh jurusan pilihan Anda itu, baik dari segi fasilitas, prestasi akademis dan non-akademis, reputasi kampus, kurikulum dan sebagainya. Ingat, yang Anda tahu saja, lain tidak perlu. Katakan tidak, jika memang Anda tidak tahu. 

Apa yang Anda miliki dan bermanfaat bagi kami? Jangan terkecoh, karena kali ini mental Anda-lah yang mulai diuji, bukan teknis. Baik itu kedekatan Anda dan orang tua, ketekunan belajar, ngotot dalam belajar, ingin terus berprestasi atau suka dengan persaingan yang ketat, ceritakan itu semua.
Punya keterampilan atau pengetahuan lain (di luar bidang atau jurusan yang Anda pilih?
Ambil contoh, Anda terkenal kreatif dalam hal desain grafis. Katakan saja dan jelaskan apa yang pernah Anda lakukan dengan keterampilan itu sebagai prestasi, sekecil apa pun.
Ingin seperti apa target karier Anda ke depan?
Ini bisa datang tiba-tiba dan belum tentu sesuai sebagai lanjutan pertanyaan sebelumnya. Bahkan bukan tak, pertanyaan lain akan membuat Anda tak siap karena terkesan melantur jauh ke masa depan. Ya, seperti misalnya, "Kalau boleh berandai-andai, ingin jadi seperti apa Anda sepuluh tahun lagi?"
Anda tidak perlu tergagap dan buntu menjawab. Karena memang, sebagai penerima beasiswa Anda harus selalu punya target, punya perencanaan matang, dan semangat bekerja keras untuk mencapai rencana dan target-target Anda. Sinergi ketiganya itulah yang akan menjadi jawaban Anda.
Pertanyaan bisa meloncat lagi, seperti misalnya, "Prestasi apa yang pernah membuat Anda bangga selama ini?" 
Biasanya, Anda akan diarahkan untuk lebih spesifik pada satu bidang, baik itu prestasi akademis maupun non-akademis. Namun, jangan merasa terbeban, apalagi sampai terlalu under pressure lantaran tidak berprestasi secara akademis.
Ya, ceritakan apa saja, selama itu berbau prestasi Anda meski tidak memperoleh penghargaan sekalipun. Camkan bahwa prestasi tidak selalu harus ada piagam dengan tanda hitam di atas putih. Perlihatkan bahwa Anda sangat bangga dengan prestasi itu karena Anda memang menguasainya.
Kalau boleh tahu, apa hobi Anda?
Apapun itu, hobi adalah nilai tambah dalam diri Anda. Anda terbukti punya "sesuatu" meskipun tidak selalu berhubungan dengan kegiatan inti Anda terkait beasiswa ini. Hobi membedakan Anda dengan orang lain. Maka, katakan bahwa Anda begitu besar memberikan perhatian pada hobi Anda di kala waktu senggang.
Bahkan jika Anda masih ingat, ceritakan bahwa Anda pernah terlibat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Biasanya, jawaban Anda akan dilanjutkan pertanyaan seputar kemungkinan atau ketertarikan Anda untuk melanjutkan hobi ini di perguruan tinggi yang akan Anda masuki.
Apakah menurut Anda, Anda memang pantas menerima beasiswa ini?Dus, hati Anda tentu berdebar-debar mendengar pertanyaan yang satu ini. Pikir Anda, mungkin, "Kalau tidak pantas, kenapa saya dipanggil wawancara sih?"
Memang, tetapi Anda tidak perlu membuang waktu banyak untuk memikirkan hal itu di kepala Anda. Rangkum semua jawaban di atas tadi, baik itu kelebihan-kelebihan Anda, harapan, serta target Anda di masa depan.
Jangan lupa, ada baiknya Anda mengulas berbagai sudut pandang mengenai kriteria program beasiswa yang akan Anda terima ini. Lebih bagus lagi, Anda sudah mengetahui target dan harapan institusi pemberi beasiswa dan mengemukakannya kepada si pewawancara.
Anda siap menjawab semua pertanyaan tadi, kelak? 

Beberapa pertanyaan utama sudah dilontarkan. Anda pun kemungkinan sudah bisa memiliki gambaran untuk menjawabnya. Namun jangan puas dulu, masih ada beberapa pertanyaan dan hal lain perlu Anda ketahui. 
Kira-kira, siapakah yang memengaruhi hidup Anda? Alasannya?
Anda tentu punya background perjalanan hidup Anda. Ayah, ibu, paman, atau teman sekalipun yang Anda anggap punya kontribusi dalam cara pandang atau meraih prestasi dalam hidup Anda, kiranya penting untuk dikisahkan.
Seberapa dekat Anda dengannya juga bisa menjadi fokus tambahan cerita Anda kepada si pewawancara sebagai alat yang bisa semakin meyakinkannya.
Anda pasti pernah berbuat kesalahan, bisa tolong ceritakan, bagaimana Anda bisa belajar sesuatu dari kesalahan Anda itu!
Ini bukan pertanyaan menjebak. Buat Anda, justru di sinilah letak si pewawancara ingin mengetahui lebih jauh mental dan sikap Anda dalam menerima sebuah kesalahan, memperbaiki kesalahan itu, dan lebih baik di masa depan. Berikut kiat Anda menuntaskan masalah terkait kesalahan-kesalahan Anda itu.
Bagaimana Anda menghadapi sebuah masalah besar dalam hidup Anda. Silakan Anda ceritakan!
Dari sekian banyak masalah pernah Anda hadapi, tentu ada satu dua yang bisa Anda bilang sebagai masalah besar dalam hidup Anda. Pilah-pilih dulu, tentukan baik buruknya masalah yang akan Anda ceritakan, baru kemudian Anda kisahkan kepada pewawancara. Hal ini tentu terkait dengan kepribadian Anda di mata institusi pemberi beasiswa. 
Apa yang Anda harapkan segera setelah lulus nanti?
Upayakan jawaban Anda adalah ingin meneruskan sekolah, mencoba merintis karier atau bekerja, dan bukan ingin menikah, membeli rumah, atau jalan-jalan ke luar negeri, misalnya. Hal ini terkait pengembangan diri Anda dan institusi pemberi beasiswa di masa depan. Mereka tidak ingin mencetak Anda sebagai pribadi yang sia-sia.  
Lebih lanjut, Anda tidak akan menemukan pertanyaan lain yang berarti. Tetapi, beberapa hal di bawah ini sangat perlu menjadi perhatian: 
- Anda datang tepat waktu.
- Kenakan pakaian yang cocok, dan bukan jenis pakaian nonformal atau tidak resmi.
- Kesan yang baik bukan diciptakan oleh pewawancara, melainkan oleh Anda. Maka, sambut si pewawancara, beri salam, jabat tangannya, dan langsung kenalkan nama Anda.
- Sekali lagi, diplomatis tidak untuk mengajarkan Anda berbohong, melainkan memberi jawaban yang tepat, baik itu untuk mengiyakan atau "mengelak". Hindari jawaban bertele-tele, ngalor-ngidul, dan keluar dari topik utama pertanyaan. Jika itu terjadi, Anda hanya akan membuka peluang bagi si pewawancara untuk terus memberi pertanyaan lanjutan.
- Ingat, tak selamanya pewawancara ingin Anda memberikan jawaban cepat. Kadang, pertanyaan sulit darinya adalah semata untuk melihat reaksi Anda. Untuk itulah, saat bingung mendera karena tidak lantas bisa menjawab, ada baiknya Anda diam sejenak dan berpikir. Ya, Anda tidak perlu gegabah dan sembrono mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya Anda tidak tahu maksud dan tujuannya. 
Nah, kini Anda semakin siap dipanggil wawancara, bukan? 

sumber : Kompas.com
 

Saturday, August 20, 2011

5 Langkah Awal Berburu Beasiswa


Bagi para pemburu beasiswa, silakan mempersiapkan diri dari sekarang. Dalam beberapa bulan ke depan, sejumlah donor beasiswa akan mulai membuka kesempatan bagi mereka yang tertarik untuk mendaftarkan diri. Sebelum mulai berburu, sejumlah tips ini mungkin bisa membantu, apa yang bisa dilakukan dalam upaya mencari informasi seputar beasiswa. Yuk, disimak!
1. Buatlah komitmen. Misalnya, menyisihkan waktu satu hari dalam seminggu untuk menemukan informasi dan mengajukan aplikasi beasiswa. Satu hal yang paling mudah untuk "memaksa" diri sendiri adalah mengikuti jadwal yang kita buat. Jangan sampai mendapatkan informasi beasiswa mendekati batas aplikasi atau malah terlambat.
2. Pelajarilah bagaimana memanfaatkan kekuatan dari mesin pencari informasi seperti Google. Saat ini, Google menjadi perangkat terkuat yang bisa digunakan untuk mencari informasi seputar beasiswa. Dalam pencarian, usahakan untuk mencari informasi sedetail-detailnya. Percayalah, hal ini akan memudahkan Anda dan mendapatkan hasil yang lebih baik.
3. Carilah website sekolah/universitas yang Anda tuju. Google memungkinkan Anda mencari informasi lebih spesifik. Jangan sia-siakan perangkat yang tersedia!
4. Dapatkan informasi siapa kontak personal yang bisa dihubungi jika ingin mendapatkan informasi seputar pembiayaan studi. Selain pembiayaan dari pemberi beasiswa, biasanya ada sumber lain yang memungkinkan untuk dijajaki. Beberapa lembaga pendonor, diluar penyedia beasiswa, ada yang menawarkan bantuan pembiayaan studi.
5. Jangan putus asa, terus berusaha! Ingatlah, tak semua orang mendapatkan hasilnya dalam usaha pertama pengajuan aplikasi. Jika ditolak, usaha lagi. Sebagai inspirasi, ada seseorang pemburu beasiswa yang sudah mengajukan aplikasi sebanyak 60 kali. Nah, dari 60 kali pengajuan aplikasi itu, setidaknya 15 diantaranya diterima. Apa yang didapat dari sini? Dia tidak pernah menyerah ketika aplikasinya di tolak. Berusaha, dan berusaha lagi!
Selamat mencoba, semoga berhasil!! 

Sumber : Kompas.com

Wednesday, August 17, 2011

Trik Cerdik Sebelum Tes IBT TOEFL


Internet Based-Test TOEFL (IBT TOEFL) merupakan salah satu pilihan untuk menguji kemahiran Anda dalam berbahasa Inggris. Untuk menjalani tesnya, biaya yang Anda keluarkan juga tak sedikit. Nah, sebelum membayar mahal untuk tes tersebut, trik di bawah ini mungkin bisa Anda ikuti. Tujuannya, agar tes yang Anda jalani mendapatkan hasil yang memuaskan. Apa saja?

Langkah 1: Pelajari tes IBT TOEFL secara gratis
Ada beberapa situs web yang menyediakan bagi siapa saja untuk mempelajari IBT TOEFL secara gratis. Diantaranya, www.ets.org. Selain itu, siapa saja bisa bergabung latihan di sebuah komunitas TOEFL online yang banyak tersedia. Anda bisa melakukan browsing untuk menemukan berbagai komunitas itu.  

Langkah 2: Ambil ujian praktik online
• Cari situs web yang menyediakan latihan online IBT TOEFL. • Biasanya tes praktik dapat digunakan satu kali saja. Ketika anggota mengambil tes latihan, mereka menerima instan skor dan umpan balik tentang tahapan tes seperti membaca, mendengarkan, dan menulis. • Anggota memiliki pilihan untuk mengambil tes latihan dikondisikan waktu atau sebaliknya. Penting untuk memilih yang dibatasi dengan waktu. Sehingga Anda bisa beradaptasi dengan laju waktu. • Anda juga diwajibkan menggunakan headphone, agar suara pembicara dapat didengar secara jelas. • Ketika sudah menyelesaikan setiap soal, maka peserta akan mendapatkan skor dan kinerja mereka. Untuk skor IBT TOEFL akan terlihat berbeda dengan TOEFL yang lain.  

Langkah 3: Praktik lebih lanjut kelemahan Anda
Gunakan skor latihan tadi untuk mengetahui dimana kelemahan Anda. Jika Anda kurang di soal mendengar, cobalah untuk berlatih mendengarkan film atau televisi yang berbahasa Inggris untuk mempelajari intonasi. Jadi, pelajari kelemahan untuk mendapatkan kemenangan.  

Langkah 4: Gunakan strategi yang paling baik
- Hati-hati mengikuti petunjuk di setiap bagian untuk menghindari membuang-buang waktu.
- Klik bantuan untuk melihat kembali ketika bantuan benar-benar dibutuhkan. Karena waktu ujian tidak akan pernah berhenti karena Anda menggunakan bantuan.
- Jangan panik. Konsentrasilah pada pertanyaan saat ini saja dan jangan mencoba berpikir tentang menjawab pertanyaan yang lain.
- Hindari menghabiskan waktu terlalu banyak pada satu pertanyaan. Jika Anda telah membaca beberapa pertanyaan dan belum menemukan jawabannya, segera hilangkan jawaban  yang Anda anggap tidak mungkin. Dan kemudian pilih jawaban terbaik menurut Anda.
- Pilih menu ‘’View’’ jika Anda ingin melihat hasil Anda pada tes membaca (Reading). Namun, hal ini lebih baik dilakukan setelah Anda selesai menjawab seluruh pertanyaan.
- Percepatkanlah diri Anda, sehingga Anda mempunyai banyak waktu untuk menjawab pertanyaan dan tidak terburu-buru di akhir sesi. Selalu waspada dengan batas waktu di setiap sesi pertanyaan.  
- Jika Anda mau, Anda bisa menyembunyikan tampilan waktu. Hal ini membuat Anda mengetahui sejauh mana perkembangan Anda dalam menyelesaikan soal. Tetapi, alarm akan selalu berbunyi setiap lima menit sekali pada sesi membaca dan mendengar.

Sumber : Kompas.com

Sunday, August 14, 2011

Yang Perlu Diketahui tentang IELTS

Jika Anda memiliki rencana melanjutkan studi di luar negeri, kemampuan berbahasa Inggris menjadi kunci utama. Ada beberapa parameter yang dijadikan alat ukur untuk melihat kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Selain TOEFL, ada pula IELTS (International English Language Testing System), tes yang diakui secara global untuk menguji kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris. Yuk, mengenali IELTS lebih dalam, seperti dikutip dari Hotcourses Indonesia.

Mengenal IELTS

IELTS adalah sebuah tes kemahiran bahasa Inggris yang membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris, baik untuk tujuan bekerja atau belajar. Tes yang akan dijalani untuk mengetahui empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, membaca, berbicara dan menulis.

IELTS diakui oleh institusi-institusi pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Irlandia, Afrika Selatan dan sejumlah badan profesional di seluruh dunia termasuk Dinas Imigrasi Selandia Baru dan Dewan Media Inggris General Medical. IELTS diterima oleh lebih dari 6.000 organisasi di seluruh dunia.

Nah, yang perlu Anda ketahui, IELTS tersedia dalam dua format yaitu Akademik dan Pelatihan Umum. Apa perbedaan keduanya?

• Tes Akademik adalah untuk siswa internasional yang ingin belajar di institusi pendidikan tinggi di negara berbahasa Inggris.
• Tes Pelatihan Umum cocok untuk orang yang ingin bermigrasi ke negara berbahasa Inggris atau bekerja untuk sebuah organisasi profesional.

Tesnya sendiri, untuk uji kemampuan mendengarkan dan berbicara dalam tes akademik dan pelatihan umum memiliki materi yang sama. Akan tetapi, untuk uji kemampuan membaca dan menulis disesuaikan masing-masing untuk keterampilan akademik atau keterampilan umum.

Lebih jauh tentang 4 aspek tes

1. Tes mendengarkan
Tes mendengarkan akan berlangsung selama 30 menit dengan 4 bagian dan 40 pertanyaan. Dalam tes ini, Anda akan uji mengenai pemahaman spesifik dan keseluruhan bahasa Inggris dalam berbagai konteks dan format.

2. Tes membaca
Tes ini akan berlangsung selama 60 menit. Peserta tes akan menjawab 3 bagian yang terdiri dari 40 pertanyaan. Nah, dalam tes membaca ini, Anda perlu memahami teks secara rinci dan menunjukkan bahwa Anda memahami informasi rumit yang disediakan dalam bahasa Inggris.

3. Tes menulis
Tes menulis berlangsung selama 60 menit. Peserta tes akan mengerjakan 2 tugas. Untuk menembus tes ini, Anda diharapkan  menggunakan bahasa Inggris untuk berbagai tujuan dan menunjukkan kemampuan Anda dalam menyesuaikan cara tulis untuk topik dan konteks yang berbeda. Struktur kalimat, kosa kata, penggunaan tata bahasa dan gaya akan dinilai.

4. Tes berbicara
Tes berbicara berlangsung selama 11-14 menit dan terdiri dari 3 bagian. Kandidat untuk Akademik dan Pelatihan Umum akan mendapatkan bentuk tes yang sama. Tes ini melibatkan wawancara individu dengan seorang guru dan mencakup berbagai topik dan konteks. Anda harus dapat membicarakan topik pribadi, memberikan pembicaraan singkat tanpa bantuan pada topik yang dipilih dan berkontribusi pada diskusi dua arah mengenai isu-isu yang lebih abstrak.

Apa itu "IELTS BAND"?

Setelah menjalani sejumlah rangkaian tes tersebut, Anda akan dinilai dan diberi "band score". Ingin mengetahui bagaimana para penguji mendefinisikan masing-masing dari 9 "band score"?

• skor 9 - pengguna ahli
• skor 8 - pengguna yang sangat baik
• skor 7 - pengguna yang baik
• skor 6 - pengguna kompeten
• skor 5 - pengguna sederhana
• skor 4 - pengguna terbatas
• skor 3 - pengguna sangat terbatas
• skor 2 - pengguna intermiten (hanya mengetahui informasi yang sangat mendasar)
• skor 1 - tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris

Berapa biaya tes IELTS?
Untuk mencari tahu biaya dalam Rupiah, Anda dapat mengunjungi situs IELTS (http://www.ielts.org/test_centre_search/search_results.aspx).

Berapa skor yang diperlukan untuk masuk ke universitas?

Jika Anda bertujuan untuk belajar di sebuah institusi di Amerika Serikat, Kanada, Inggris atau Australia, skor IETLS yang harus dicapai pada umumnya adalah 6 - 6.5. Jika ingin memasukkan profesi seperti medis, maka persyaratan skor dapat berupa IELTS 7 atau lebih. Ada baiknya selalu mengecek dengan institusi atau organisasi terkait.

Lebih jauh, bisa mengunjungi www.ielts.org.

Bagaimana dengan TOEFL?

TOEFL juga merupakan tes untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris ketika mendaftar sebuah program akademis. TOEFL terkadang diakui oleh universitas di Inggris sebagai alternatif untuk IELTS. TOEFL adalah tes kemahiran berbahasa Inggris dari Amerika yang menggunakan bahasa Inggris Amerika, bukan Inggris (British) sehingga lebih diakui untuk universitas d Amerika Serikat.

Sumber : Kompas.com
Girls Generation - Korean