Wednesday, July 20, 2011

Gelar Ganda (Double Degree) Banyak Diminati

Meski perizinannya masih kontroversi, program sarjana bergelar ganda di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta banyak diminati. Bahkan untuk membantu mahasiswa, sejumlah perguruan tinggi membantu mencarikan pinjaman lunak.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional UMS M Wahyuddin mengatakan, dari perhitungan kuliah di salah satu kampus mitra di Inggris, misalnya selama empat tahun butuh biaya senilai Rp 1 miliar, dengan program double degree, biaya kuliah untuk mendapatkan sarjana dari luar negeri bisa dihemat menjadi Rp 400 juta.Muslich Hartadi Sutanto, Kepala Bagian Kerja Sama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang dihubungi dari Jakarta, Jumat (10/6), mengatakan, penyelenggaraan program sarjana gelar ganda (double degree) yang sudah dibuka sekitar empat tahun di kampus ini cukup diminati masyarakat yang ingin kuliah di luar negeri. Program ini dapat menghemat biaya kuliah, tetapi mahasiswa mendapat dua ijazah sarjana dari kampus di dalam negeri dan kampus mitra di luar negeri.
”Daya tarik lain yang juga diincar mahasiswa, mereka yang ikut double degree bisa bekerja di luar negeri. Mereka yang punya ijazah luar negeri, peluang kerja di negara lain cukup terbuka,” kata Muslich.
Kampus UMS membuka program double degree untuk tiga program studi S-1 yang bekerja sama dengan kampus di Inggris dan Australia. Program S-1 double degree dijalankan tiga tahun di Indonesia dan satu tahun di luar negeri.
Ketut Buda Artana dari Kantor Internasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, mengatakan, animo mahasiswa ITS untuk bisa kuliah di luar negeri mendorong ITS untuk menjadi penghubung bagi mahasiswa dengan perbankan atau koperasi untuk bisa mendapatkan pinjaman lunak.
Ketut mengatakan, program double degree di ITS ditawarkan kepada mahasiswa yang berminat di semester VI. Mereka yang memenuhi syarat akan melanjutkan kuliah selama setahun di kampus mitra di luar negeri.
Terkait dengan keluhan perizinan program double degree, Achmad Jazidie, Direktur Kerja Sama dan Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, justru mempertanyakan keakuratan data pengajuan perizinan. Menurut dia, masih sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang mengajukan izin kerja sama dengan perguruan tinggi atau lembaga di luar negeri.

Sumber : Kompas

10 ISSBD-JF Mentored Fellowships for Early Career Scholars, Germany

The Jacobs Foundation  funding the Mentored Fellowship Program for Early Career PhD Scholars in Developmental research.

Study Subject(s): Developmental research
Course Level: PhD
Scholarship Provider: Jacobs Foundation
Scholarship can be taken at: Fellowships will be located at the institutions in which the students enroll in their PhDs,

Eligibility:hold, or have documents indicating that they will soon hold, qualifications that meet eligibility requirements for entry into a PhD program. This qualification should be in a field relevant to developmental research; b. have identified a doctoral project in developmental research, confirmed that they are eligible to enroll in a PhD at the institution in which they intend to complete the project, and have agreement from a staff member from that institution that they will provide supervision for the project; c. be proficient in spoken and written English.
Scholarship Open for International Students: Yes
Scholarship Description: The ISSBD promotes research on human development throughout the lifespan. Its more than 1000 members come from over 60 different countries. International exchange and collaboration are among its key features. Fellowships The ISSBD and the Jacobs Foundation share an interest in developing the careers of early career scholars from all parts of the world, including currency-restricted countries, and have established a fellowship program for this purpose.
How to Apply: Online
Scholarship Application Deadline: September 15, 2011


Tuesday, July 19, 2011

Yang Perlu Diketahui soal Pendidikan di Inggris

Inggris merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan untuk melanjutkan studi. Baik bagi para pemburu beasiswa, maupun yang studi dengan biaya sendiri. Nah, sebelum memutuskan akan bersekolah di mana, ada baiknya mengetahui bagaimana institusi pendidikan di Inggris. Panduan yang dibuat Hotcourses ini, bisa membantu untuk mengenali institusi pendidikan di Inggris. Simak, yuk!

Di Inggris, terdapat lebih dari 170 institusi pendidikan dan lebih dari 500 lembaga pendidikan lanjutan yang menawarkan berbagai pilihan program kuliah dan mata kuliah yang mungkin tak ditemukan di institusi pendidikan di negara lainnya. Standar mutu juga telah ditetapkan untuk menjamin diperolehnya derajat pendidikan tertentu. Contohnya, semua universitas dan kolese di Inggris yang memberikan gelar, sebelumnya harus sudah mendapatkan wewenang khusus untuk memberikan gelar oleh Pemerintah Inggris Raya. Program kuliah dan institusi juga dipantau dan dievaluasi secara teratur.

Sebagai informasi, secara garis besar, institusi-institusi pendidikan terbagi menjadi kolese pendidikan tinggi, universitas, dan institusi pendidikan lanjutan. Mari kita kenali satu per satu! 


Kolese pendidikan tinggi

Kolese di Inggris Raya memberikan rentang tingkatan kualifikasi yang cukup beragam, cenderung lebih santai dibandingkan universitas. Kolese lebih menekankan pada pembelajaran di kelas dan praktik lapangan. Kebanyakan kolese pendidikan tinggi tidak berhak untuk memberikan gelar atas nama mereka sendiri. Oleh karena itu, lazimnya mereka bekerja sama dengan sebuah universitas yang berhak untuk memberikan gelar. Kolese biasanya menawarkan pendidikan yang mencakup berbagai jenjang, dari kualifikasi kejuruan, A-level (kualifikasi tingkat sekolah di Inggris Raya), program kuliah akses dan dasar untuk memasuki jenjang universitas serta beberapa kualifikasi gelar penuh lainnya.

Universitas
Universitas memberikan kualifikasi tingkat sarjana (BA, BSc dan BEng) dan pascasarjana (MA, MBA, dan PhD) yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

• Universitas Kampus 
Universitas Kampus menyediakan semua yang dibutuhkan dalam satu tempat. Biasanya merupakan universitas baru, berdasarkan sebuah kampus yang dibangun sesuai tujuan, pada umumnya di pinggiran kota, walau ada pula yang di tengah kota. Pembangunan gedung ini mencakup ruang jurusan universitas, balai kuliah, perpustakaan, fasilitas olahraga dan belanja. Ada kemungkinan terdapat pula pilihan fasilitas akomodasi. Tujuannya adalah menyajikan komunitas pendidikan dan fasilitas pembelajaran dalam satu kampus.


 Universitas non-kampus 
Apabila Anda ingin lebih membaur dengan komunitas penduduk setempat, universitas non-kampus merupakan pilihan yang paling tepat. Biasanya banyak dijumpai di kota besar dengan bangunan yang menyebar di satu area. Mereka cenderung universitas lebih tua yang telah secara alami bertumbuh-kembang selama bertahun-tahun dan memiliki jurusan di lokasi yang berbeda. Mayoritas dari universitas jenis ini memiliki asrama, meskipun Anda harus berpindah-pindah antara lokasi berkuliah.



• Universitas Terpadu 
Beberapa universitas di Inggris Raya, khususnya yang tertua seperti Cambridge, Oxford dan York, sebenarnya terbentuk dari beberapa kolese kecil. Walaupun Anda terdaftar sebagai salah satu mahasiswa dari universitas, tiap kolese berperan sebagai kampus kecil. Kolese Anda akan menyediakan akomodasi, fasilitas, kehidupan sosial dan hiburan, meskipun Anda akan belajar bersama para mahasiswa dari kolese lain, dan bebas untuk menggunakan fasilitas yang lain itu. 


Kolese pendidikan lanjutan
Banyak mahasiswa yang memilih kolese pendidikan lanjutan (FE). Sekolah ini termasuk city college, kolese teknologi, dan kolese daerah, yang nama-namanya bervariasi. Anda dapat ikut serta dalam berbagai macam program studi dan kualifikasi di FE, dan memungkinkan Anda untuk berhubungan dengan industri lokal.

Sejumlah besar kolese kini menarik perhatian para mahasiswa dari luar negeri dengan memberikan program kuliah dasar satu tahun dan program pra pascasarjana dengan tujuan mereka mempersiapkan diri untuk pendidikan gelar sarjana dan pascasarjana.

Work-based study (pendidikan sesuai bidang kerja)
Jika Anda sudah terpikir mengenai jenis pekerjaan tertentu seperti arsitektur, hukum atau dokter gigi, Anda dapat mendaftar di sekolah profesi atau kolese di Inggris Raya sambil bekerja sebagai staf junior di salah satu perusahaan. Program kuliah semacam ini tidak dikelola oleh institusi pendidikan formal, namun diakreditasi oleh organisasi profesional seperti Chartered Institute of Marketing atau the Association of Chartered Certified Accountants.

Kalender akademik
Tahun ajaran baru biasanya dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan Mei. Sering kali dibagi menjadi dua periode atau semester. Periode pertama berlangsung sampai Desember, sebelum libur di akhir tahun. Semester kedua dimulai pada bulan Januari hingga Mei.

Kursus Bahasa Inggris
Dalam satu kurun waktu tertentu, terdapat sekitar 600.000 mahasiswa dari seluruh dunia belajar bahasa Inggris di Inggris Raya. Kursus itu meliputi persiapan ujian seperti IELTS, TOEFL, Ujian Cambridge dan GMAT. Kursus bahasa Inggris lainnya bertujuan untuk mempersiapkan Anda memasuki jenjang universitas atau untuk bisnis dan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
Kursus dapat dalam bentuk bahasa Inggris umum dan intensif bagi pemula ke atas, hingga kursus yang secara khusus ditujukan untuk pendidikan lanjutan, seperti English for Academic Purposes (EAP), atau kursus bahasa Inggris khusus untuk memasuki jenjang universitas. Masing-masing memiliki perbedaan waktu penyelenggaraan, bergantung pada tempat pendidikan yang Anda pilih. Setiap institusi juga memiliki persyaratan khusus pendaftaran dan tenggat waktu. Silakan hubungi institusi yang Anda pilih untuk mendapatkan informasi secara lebih lengkap.

Sumber : Kompas

Category B Scholarships for Europeans Students at Denmark Pædagogiske University School Aarhus University, Denmark

The European Commission offers  Erasmus Mundus Category B scholarships for master’s students from European  countries at  Denmark Pædagogiske University School Aarhus University, Denmark

Study Subject(s): MALLL programme (lifelong learning policy and management)
Course Level: Masters
Scholarship Provider: The European Commission
Scholarship can be taken at: Denmark


Eligibility:
-An applicant who receives a Category B Erasmus Mundus scholarship has to meet the conditions of the status of a so-called “European” applicant. Regarding this, please confirm that you are within the EU Commission’s definition of a “European” applicant (Article 2, 9):
-A Category B scholarship can be awarded to applicant nationals from the 27 EU member states or the EEA-EFTA states: Iceland, Norway and Lichtenstein.
-Applicants from Turkey, Switzerland, the Western Balkan countries: Albania, Bosnia-Herzegovina, Croatia, Kosovo, and the former Yugoslav Republic of Macedonia, Montenegro and Serbia can also apply for a category B applicant scholarships if they are – or have been – residents and have carried out their main activity (studies, training, work or leaisure) for more than a total of 12 months within the period from June 1st 2006 – May 31st 2011) in any of EEA-EFTA state.

Scholarship Open for International Students: Yes
Scholarship Open for Students of Following Countries: Turkey, Switzerland, the Western Balkan countries: Albania, Bosnia-Herzegovina, Croatia, Kosovo, and the former Yugoslav Republic of Macedonia, Montenegro and Serbia
Scholarship Description: The European Commission offers a limited number of Erasmus Mundus Category B scholarships for European students. Click here to find out if your country is considered to be an EU-member state or EEA/EFTA state. Category B scholarships can be awarded to any student who do not fullfil the criteria for a Category A scholarship i.e nationality requirement and 12 months rule.
How to Apply: Online
Scholarship Application Deadline: 16 January 2012


Cranfield University offers Masters Research Studentship in the field of Engineering, UK

Masters Studentship in the field of aerospace engineering, quality control, quality engineering, design engineering, manufacturing/industrial engineering, mechanical engineering or medical engineering at Cranfield University, UK-2011

Study Subject(s): Aerospace engineering, quality control, quality engineering, design engineering, manufacturing/industrial engineering, mechanical engineering or medical engineering.

Course Level: Masters
Scholarship Provider: European Regional Development Fund, East of England Development Agency, and JEB Engineering Design Limited
Scholarship can be taken at: UK

Eligibility: -Applicants should have 2.1 or above UK honours degree, or equivalent, in a relevant discipline such as aerospace engineering, quality control, quality engineering, design engineering, manufacturing/industrial engineering, mechanical engineering or medical engineering.

Scholarship Open for International Students: Yes


Scholarship Description: This position will focus on benchmarking best practice documentation processes in the aerospace sector to produce a more efficient documentation process for qualification and validation in production of medical devices. This process will enable production of documented evidence to provide a high degree of assurance that a specific process will consistently produce a medical device meeting its pre-determined specifications and quality attributes. With the focus to reduce overall resource consumption, the project will include: identifying the resource consumption in the current validation process identifying ‘best practice’ documentation processes in the aerospace benchmarking sector embedding the new validation process in the company validating the proposed documentation process using real-life case studies in the company The successful applicant will be based at the JEB premises in Bury St Edmonds, however will be working with both a combination of company and Cranfield staff on a regular basis.

How to Apply: Online
Scholarship Application Deadline: 22 August 2011

Monday, July 18, 2011

Kiat Menulis Esai yang Bikin Beasiswa "Gol"

Untuk mendapatkan dan terpilih sebagai penerima beasiswa, terutama untuk melanjutkan studi di luar negeri, tak cukup hanya bermodalkan "cas-cis-cus" bahasa Inggris. Ada kiat lain yang penting diperhatikan untuk memenangi kompetisi: penulisan esai! Tak jeli dalam penulisan esai, harapan bisa pupus.

1. Pastikan esai sesuai dengan tema 
Misalnya, Anda mengajukan beasiswa yang berbasis pada pelayanan komunitas atau publik. Dalam berkas lamaran, Anda dapat membuat daftar berbagai grup komunitas yang telah diikuti dan berbagai penghargaan yang berkaitan yang pernah diraih. Intinya, buatlah esai yang brilian, tetapi sarat pesan yang sesuai dengan jurusan yang Anda inginkan dan alasan yang mendasari mengapa menginginkan studi itu sebagai prioritas pertama.

2. Menjawab pertanyaan dasar 
Pernahkah Anda menanyakan sebuah pertanyaan, tetapi merasa bahwa sebenarnya ada pertanyaan mendasar yang seharusnya ditanyakan? Dalam banyak kasus, pertanyaan esai hanya batu loncatan bagi Anda untuk menjawab pertanyaan mendasar yang dimanfaatkan para juri untuk mengetahui alasan yang sesungguhnya. Misal, sebuah organisasi yang memberikan beasiswa di bidang bisnis kemungkinan akan mengajukan pertanyaan, "Mengapa Anda tertarik mempelajari bidang studi bisnis?". Sebenarnya, pertanyaan dasar yang mereka ajukan adalah "Mengapa Anda tertarik belajar di studi bisnis dan mengapa Anda merasa sebagai kandidat terbaik di bidang bisnis yang akan mendapatkan beasiswa kami?".
Dalam pertarungan memenangi beasiswa, Anda akan berkompetisi dengan kandidat yang memiliki latar belakang dan tujuan yang sama. Gunakan pertanyaan esai sebagai jalan untuk membuktikan kepada pemberi beasiswa bahwa Anda adalah orang yang paling layak menerima beasiswa.

3. Berbagi cerita tentang diri sendiri
Selain menjelaskan alasan mengapa ingin memenangi beasiswa, penting juga untuk menceritakan sesuatu tentang diri Anda. Jelaskanlah dalam uraian singkat 500-1000 kata. Tidak perlu menjelaskan semua tentang diri Anda. Hanya ceritakan dengan fokus salah satu aspek dari diri Anda. Dengan kata lain, jangan menjelaskan semuanya.
Misalnya, jika Anda menulis keterlibatan dalam sebuah aktivitas atau organisasi, fokuskan pada salah satu pengalaman.

4. Tulisan harus menunjukkan "passion"
Anda pasti pernah menulis banyak esai. Sekarang, cobalah lebih jujur, sebagian besar topik yang Anda tulis, sering kali sesuatu yang sebenarnya tidak menjadi konsen pribadi. Dalam menulis esai beasiswa, Anda mungkin akan menulis dengan cara yang sama. Tetapi, cara ini akan mengakibatkan kegagalan fatal.
Para pemenang beasiswa umumnya menulis esai tentang apa yang mereka senangi sehingga gairah penulis akan terasa. Ingatlah, ketika Anda secara antusias menceritakan sesuatu yang disenangi, tidak membutuhkan usaha yang lebih besar karena energi itu akan terpancar dalam tulisan. Oleh karena itu, ketika memilih sebuah topik, yakinlah itu adalah sesuatu yang benar-benar Anda pedulikan selama ini dan menjadi ketertarikan tersendiri.

5. Esai harus spesifik 

Kesalahan umum dalam menulis esai adalah menggunakan pendapat umum, daripada sesuatu yang lebih spesifik. Misalnya, jangan menulis, "Pendidikan adalah kunci kesuksesan". Sebaliknya, juri beasiswa menginginkan kisah hidup Anda yang menunjukkan bagaimana pendidikan telah memengaruhi hidup Anda. Misalnya, jika Anda ingin menjadi astronot, Anda bisa menjelaskan bahwa cita-cita ini berawal dari hadiah yang diberikan ayah Anda, yaitu berupa pesawat roket. Fokuslah pada salah satu pengalaman yang membuat pembaca akan teringat tentang kisah Anda itu. 

6. Harus ada pernyataan inti 
Pastikan esai yang Anda tulis memiliki poin yang jelas, hal yang kebanyakan jarang terlihat dalam berbagai esai mahasiswa. Harus ada ide sentral yang dipahami pembaca. Coba trik sederhana ini untuk menemukan inti dari esai Anda, "Bagaimana Anda menjelaskan esai yang ditulis dalam satu kalimat?" Jika Anda tak dapat menjabarkannya dalam satu kalimat, mungkin poin utamanya belum cukup jelas. Atau yang lebih buruk, esai Anda mungkin memang tidak memiliki tesis tertentu.

7. Tunjukkan prestasi 
Memenangi beasiswa adalah tentang bagaimana memberikan kesan dan menunjukkan kepada para pemberi beasiswa bahwa Anda adalah kandidat terbaik yang layak mereka biayai. Prestasi, aktivitas, bakat, dan berbagai penghargaan yang pernah Anda raih akan membuktikan bahwa Anda benar-benar kandidat terbaik. Gunakan esai untuk turut menjelaskannya.
Bagaimanapun juga, jangan hanya terpatok pada apa yang diminta dalam syarat pengajuan. Gunakan kesempatan untuk fokus pada prestasi yang spesifik, tempatkan pada konteks yang sesuai.
Selamat mencoba!

Sumber : Kompas

PhD Scholarships at Graduate School in Social and Political Sciences, University of Milan, Italy

PhD scholarships for International students  in the field of Social and Political Sciences at Graduate School in Social and Political Sciences, University of Milan, Italy-2011/12

Study Subject(s):Social and Political Sciences

Course Level:Phd
Scholarship Provider: University of Milan
Scholarship can be taken at: Italy


Eligibility:-The call for application to the GSSPS Doctorates is open to candidates who are in possession of the Italian “Laurea Magistrale” or of an equivalent master of science-level degree obtained from a foreign University.

-In case the applicant’s degree has not yet been declared equivalent to an Italian Laurea Magistrale, candidates may apply to the Faculty committee of the Ph.D. program of interest, for the declaration of equivalent value.

Scholarship Open for International Students: Yes
Scholarship Description: The University of Milan has launched a call for application, based on qualifications and interviews, for admission to the Graduate School in Social and Political Sciences (GSSPS).Up to 8 scholarships are reserved for non-EU citizens’ applicants resident abroad (outside Italy) only if they result in the final ranking for each Ph.D. program in a position not inferior than the corresponding one which gives license to use the awards as indicated for each Ph.D. program. If in the final ranking of each Ph.D. program do not appear any suitable non-EU citizen resident abroad candidate, the mentioned 8 scholarships will be awarded to EU candidates who hold those positions.
How to Apply: Online
Scholarship Application Deadline: 31st August 2011


Girls Generation - Korean